Unhas dan UTM Gandeng Pemkab Sidrap, Bidik Malaysia Jadi Pasar Baru Ekspor Porang
![]() |
| Unhas dan UTM Gandeng Pemkab Sidrap, Bidik Malaysia Jadi Pasar Baru Ekspor Porang (Foto: Istimewa) |
PEWARTA SULSEL - Upaya memperluas pasar ekspor komoditas porang terus diperkuat melalui kolaborasi antara Universitas Hasanuddin (Unhas), Universiti Teknologi Malaysia (UTM), dan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Melalui kerja sama tersebut, Malaysia dibidik sebagai pasar baru bagi komoditas porang asal Sidrap sekaligus membuka peluang investasi dan pengembangan industri berbasis porang.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan riset dan studi lapangan yang berlangsung pada 6–8 Juli 2026. Delegasi UTM bersama tim peneliti Unhas melakukan pengkajian terhadap sistem budidaya, pengolahan, hingga rantai pasok porang di Kabupaten Sidrap.
Rombongan diterima langsung oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, di Ruang Kerja Bupati. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai strategi pengembangan porang, mulai dari kebijakan pemerintah, peningkatan kualitas produksi, pemasaran, hingga peluang ekspor ke Malaysia yang dinilai memiliki prospek besar sebagai pasar baru di kawasan Asia Tenggara.
Selain berdiskusi dengan pemerintah daerah, tim peneliti juga mengunjungi sentra budidaya porang di Kecamatan Pitu Riase dan pabrik pengolahan porang di Desa Talumae. Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari proses produksi secara menyeluruh, mulai dari budidaya di tingkat petani hingga pengolahan menjadi produk siap ekspor.
Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, dan Inovasi Fakultas Pertanian Unhas, Prof. Ir. Rinaldi Sjahril, M.Agr., Ph.D., menjelaskan bahwa kerja sama dengan UTM merupakan bagian dari riset internasional yang telah berlangsung sejak 2024.
Hasil penelitian diharapkan dapat memperkuat pengembangan industri porang sekaligus memperluas akses pasar ekspor Indonesia, khususnya ke Malaysia.
Bupati Syaharuddin Alrif menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, porang telah menjadi salah satu komoditas unggulan Sidrap yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani melalui penguatan budidaya, pengolahan, serta perluasan jaringan pemasaran internasional.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, Sidrap diharapkan semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan porang nasional, sekaligus menjadi pintu masuk perluasan ekspor ke pasar Malaysia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
