Brasil Ditahan Maroko di Piala Dunia 2026, Vinicius Junior Selamatkan Selecao dari Kekalahan
![]() |
| Brasil Ditahan Maroko di Piala Dunia 2026, Vinicius Junior Selamatkan Selecao dari Kekalahan |
PEWARTA SULSEL — Timnas Brasil harus puas mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang. Menghadapi Maroko pada laga Grup C yang berlangsung di New Jersey, Selecao hanya mampu bermain 1-1 setelah sempat tertinggal lebih dahulu.
Gol individu Vinicius Junior menjadi penyelamat Brasil dari kekalahan dalam pertandingan yang memperlihatkan sejumlah kelemahan tim asuhan Carlo Ancelotti.
Hasil ini sekaligus menjadi peringatan bagi Brasil yang datang ke Amerika Utara dengan ambisi meraih gelar juara dunia keenam dalam sejarah mereka.
Maroko tampil percaya diri dan unggul lebih dulu
Sejak menit-menit awal pertandingan, Maroko menunjukkan permainan yang berani dan agresif. Wakil Afrika itu beberapa kali merepotkan lini belakang Brasil yang terlihat kesulitan mengimbangi tempo permainan lawan.
Keunggulan Maroko akhirnya datang pada menit ke-21. Ismael Saibari berhasil memanfaatkan peluang dengan penyelesaian cerdik untuk membawa Atlas Lions unggul 1-0.
Gol tersebut membuat Maroko semakin percaya diri. Mereka mampu mempertahankan intensitas permainan tinggi dan terus memberikan tekanan kepada Brasil sepanjang babak pertama.
Sementara itu, Brasil justru tampil di bawah performa terbaiknya. Sejumlah pemain kesulitan menemukan ritme permainan, termasuk Casemiro yang mengalami laga berat sebelum akhirnya ditarik keluar saat jeda turun minum.
Vinicius Junior kembali jadi pembeda
Saat Brasil mengalami kesulitan, Vinicius Junior kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain terpenting dalam skuad Selecao.
Gol penyeimbang lahir melalui aksi individu penyerang Real Madrid tersebut. Menerima umpan dari Bruno Guimaraes di sisi kiri kotak penalti, Vinicius melakukan pergerakan ke dalam sebelum melepaskan tembakan keras ke sudut jauh yang gagal dihentikan kiper Yassine Bounou.
Momen tersebut menjadi titik balik bagi Brasil sekaligus menyelamatkan mereka dari kekalahan pada laga perdana.
Penampilan Vinicius memperlihatkan bahwa Brasil masih sangat bergantung pada kreativitas dan kemampuan individu pemain berusia 25 tahun tersebut untuk membongkar pertahanan lawan.
Sepanjang musim bersama Real Madrid, Vinicius tampil produktif dengan mencetak 16 gol di La Liga dan lima gol di Liga Champions. Performa tersebut kini mulai ia bawa ke panggung Piala Dunia.
Carlo Ancelotti masih punya banyak pekerjaan
Meski berhasil menghindari kekalahan, hasil imbang ini menunjukkan bahwa Brasil masih memiliki banyak aspek yang perlu dibenahi.
Performa mereka sepanjang pertandingan belum mencerminkan kualitas tim yang berstatus salah satu favorit juara. Lini tengah beberapa kali kalah dalam duel, sementara organisasi permainan juga belum terlihat solid.
Tantangan yang dihadapi Carlo Ancelotti sebenarnya sudah terlihat sejak fase kualifikasi zona Amerika Selatan, ketika Brasil hanya mampu finis di posisi kelima klasemen.
Penampilan melawan Maroko semakin memperkuat anggapan bahwa Brasil belum mencapai level permainan yang dibutuhkan untuk bersaing memperebutkan trofi.
Jika ingin melangkah jauh di turnamen ini, Selecao harus menunjukkan peningkatan signifikan pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
Maroko buktikan kesuksesan mereka bukan kebetulan
Di sisi lain, Maroko kembali memperlihatkan alasan mengapa mereka layak diperhitungkan sebagai salah satu tim kuat di Piala Dunia 2026.
Empat tahun setelah mencuri perhatian dunia dengan menembus semifinal Piala Dunia 2022, Atlas Lions menunjukkan bahwa pencapaian tersebut bukan sekadar kejutan sesaat.
Sebagai juara Afrika, Maroko tampil sangat terorganisasi, percaya diri, dan mampu memberikan ancaman nyata kepada salah satu raksasa sepak bola dunia.
Penampilan mereka di New Jersey menunjukkan bahwa tim asal Afrika Utara tersebut memiliki kualitas untuk kembali melangkah jauh dalam turnamen kali ini.
Cedera Neymar kembali menjadi sorotan
Di tengah perjuangan Brasil mencari performa terbaik, situasi Neymar kembali menjadi perhatian publik.
Penyerang berusia 34 tahun itu masih menjalani pemulihan cedera betis dan belum tampil untuk tim nasional sejak 2023.
Meski sempat dipanggil kembali ke skuad Brasil, kondisi kebugaran Neymar masih menjadi tanda tanya besar. Riwayat cedera yang terus berulang dalam beberapa tahun terakhir membuat banyak pihak mempertanyakan kapan sang pemain bisa kembali tampil penuh.
Sorotan terhadap Neymar diperkirakan akan terus mewarnai perjalanan Brasil sepanjang turnamen, terutama jika performa tim belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Persaingan Grup C semakin menarik
Hasil imbang Brasil vs Maroko membuat persaingan di Grup C menjadi lebih terbuka.
Saat kedua tim berbagi satu poin, Skotlandia justru berhasil memuncaki klasemen sementara setelah meraih kemenangan 1-0 atas Haiti di Boston.
Situasi tersebut membuka peluang bagi Skotlandia untuk menciptakan sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Meski Brasil dan Maroko masih menjadi favorit untuk menempati dua posisi teratas grup, hasil pertandingan pertama menunjukkan bahwa persaingan di Grup C masih jauh dari kata selesai.
Dengan dua pertandingan tersisa, setiap poin akan sangat menentukan nasib seluruh tim dalam perebutan tiket menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026.
