Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Rekor Baru! Misi Artemis II Siap Lampaui Apollo 13, Manusia Tempuh Jarak Terjauh dari Bumi

Rekor Baru! Misi Artemis II Siap Lampaui Apollo 13, Manusia Tempuh Jarak Terjauh dari Bumi
Rekor Baru! Misi Artemis II Siap Lampaui Apollo 13, Manusia Tempuh Jarak Terjauh dari Bumi

PEWARTA.CO.ID, SULSEL — Sejarah baru dalam dunia eksplorasi antariksa tengah berlangsung. Pada Senin (6/4/2026), awak misi Artemis II dijadwalkan mencapai titik terdekat dengan Bulan dalam penerbangan lintas (flyby) yang menjadi sorotan global.

Misi ini tidak hanya menjadi ajang uji coba teknologi canggih, tetapi juga membuka babak baru bagi perjalanan manusia di luar angkasa. Para astronot diproyeksikan mencatatkan rekor sebagai manusia yang menempuh jarak paling jauh dari Bumi, melampaui capaian legendaris kru Apollo 13 pada 1970 yang mencapai 248.655 mil.

Menjelang momen penting tersebut, para awak menjalani rangkaian persiapan intensif sepanjang akhir pekan. Mengutip Engadget, Senin (6/4/2026), fokus utama mereka meliputi simulasi pengendalian manual pesawat Orion, pengujian sistem penunjang kehidupan pada pakaian antariksa, serta peninjauan target observasi ilmiah yang akan dilakukan dalam beberapa jam ke depan.

Di tengah padatnya jadwal, badan antariksa juga merilis sejumlah foto yang menggambarkan momen emosional para astronot saat memandang Bumi dari jendela Orion. Perspektif tersebut kembali mengingatkan manusia akan rapuh dan berharganya planet yang kerap disebut sebagai “titik biru pucat”.

Detik-detik penentuan di sisi jauh Bulan

Pesawat ruang angkasa Orion diperkirakan mulai memasuki orbit luar Bulan tak lama setelah tengah malam waktu setempat. Sementara itu, sesi observasi ilmiah dijadwalkan dimulai pada pukul 14.45 ET.

Fase ini menjadi salah satu bagian paling menantang dalam misi. Pasalnya, beberapa jam setelahnya, pesawat akan melintas di sisi jauh Bulan, wilayah yang membuat komunikasi dengan Bumi terputus sementara karena terhalang oleh posisi Bulan.

Pendekatan terdekat diperkirakan terjadi pada pukul 19.02 ET. Pada momen tersebut, Orion akan berada sekitar 4.066 mil dari permukaan Bulan—jarak ideal untuk melakukan pengamatan visual secara detail.

NASA menyebutkan bahwa dari posisi ini, para astronot dapat menyaksikan keseluruhan cakram Bulan, termasuk area kutub utara dan selatan yang menyimpan banyak misteri dan menjadi target penting bagi misi pendaratan manusia berikutnya.

Fenomena gerhana matahari dari luar angkasa

Salah satu momen paling langka dalam perjalanan Artemis II adalah kesempatan menyaksikan gerhana Matahari dari luar angkasa.

Ketika Orion, Bulan, dan Matahari berada dalam satu garis lurus, para astronot akan melihat Matahari tertutup bayangan Bulan selama kurang lebih satu jam. Fenomena ini tidak hanya menghadirkan pemandangan spektakuler, tetapi juga memberikan peluang bagi ilmuwan untuk mengumpulkan data penting terkait atmosfer Matahari.

Persiapan matang terus dilakukan, terutama terkait penggunaan pakaian antariksa. Peralatan ini memiliki fungsi krusial, mulai dari perlindungan saat terjadi potensi dekompresi hingga mendukung keselamatan kru saat memasuki kembali atmosfer Bumi.

Keberhasilan misi Artemis II diyakini akan menjadi fondasi penting bagi Artemis III, yang ditargetkan membawa manusia kembali menjejakkan kaki di permukaan Bulan dalam waktu dekat.

Saksikan siaran langsung NASA

Masyarakat dunia dapat ikut menyaksikan momen bersejarah ini melalui siaran langsung yang disediakan NASA mulai pukul 13.00 ET. Tayangan tersebut akan menampilkan data secara real-time serta visual terbaru dari kamera eksternal Orion saat melintasi Bulan.

Keberhasilan misi ini menandai lompatan besar dalam eksplorasi manusia. Artemis II bukan sekadar perjalanan pulang-pergi ke Bulan, tetapi juga menjadi pijakan menuju ambisi yang lebih besar, yakni eksplorasi manusia ke Mars di masa mendatang.

Orion88