Usai Santap Hidangan Pernikahan, 44 Warga Takalar Diduga Keracunan, 8 Masih Dirawat
![]() |
| Usai Santap Hidangan Pernikahan, 44 Warga Takalar Diduga Keracunan, 8 Masih Dirawat (Foto : Dok, Ist) |
PEWARTA SULSEL - Sebanyak 44 warga di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap hidangan dalam sebuah acara hajatan pernikahan. Para korban dilaporkan mengalami sejumlah keluhan, mulai dari mual, sakit perut hingga diare.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Campagaya, Kecamatan Galesong. Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar menerima laporan adanya warga yang mengalami gejala keracunan pada Senin (2/11/2026).
Sekretaris Dinas Kesehatan Takalar, Safri, mengatakan tim medis dari Puskesmas Bontomangape langsung bergerak ke lokasi setelah mendapatkan informasi tersebut. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan memberikan pertolongan awal kepada warga yang terdampak.
Safri menjelaskan, sebagian korban mengalami dehidrasi sehingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, termasuk pemberian cairan melalui infus. Karena jumlah pasien cukup banyak dan kapasitas Puskesmas Bontomangape terbatas, pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi penumpukan pasien.
Dinas Kesehatan bersama PSC 119 kemudian meminta bantuan lima puskesmas lainnya, termasuk dukungan kendaraan untuk proses evakuasi dan rujukan pasien.
"Jadi kemarin itu kami turun ke Puskesmas sekitar jam 3 Sore. Teman-teman tim di Puskesmas Bontomangape menerima laporan ada yang diduga keracunan makanan, ternyata betul laporan itu," ujar Safri, seperti dilansir detikSulsel, Selasa (3/11/2026).
Dari total 44 warga yang mengalami dugaan keracunan, sebanyak 43 orang mendapatkan perawatan di enam puskesmas di Kabupaten Takalar. Sementara satu korban lainnya dirawat di salah satu rumah sakit di Kabupaten Gowa.
Safri mengungkapkan, Puskesmas Bontomangape sempat menangani 24 pasien. Namun, seiring membaiknya kondisi sebagian korban, sebanyak 16 orang telah diperbolehkan pulang, sedangkan delapan pasien lainnya masih menjalani perawatan.
"Di puskesmas Bontomangape kemarin ada 24 pasien, sekarang 16 orang sudah pulang dan 8 masih dirawat," bebernya.
Petugas juga menemukan bahwa sebagian besar korban merupakan anggota keluarga yang sama, termasuk ibu dan anak. Kondisi tersebut menjadi perhatian tenaga kesehatan dalam mengatur penempatan pasien agar proses perawatan dapat dilakukan secara terpisah sesuai kebutuhan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas dari para korban, sebagian besar mengaku mengonsumsi makanan yang disediakan oleh keluarga mempelai perempuan dalam acara pernikahan tersebut.
Keluhan kesehatan yang dialami warga tidak muncul secara bersamaan. Gejala mulai dirasakan dalam rentang waktu berbeda, mulai sekitar tiga jam setelah menyantap hidangan hingga beberapa waktu berikutnya.
Untuk memastikan penyebab kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Takalar telah mengambil sejumlah sampel makanan yang disajikan dalam hajatan pernikahan itu untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya kandungan boraks pada salah satu jenis makanan, yakni bakso. Sementara itu, hasil pengujian terkait kemungkinan kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) masih menunggu hasil laboratorium yang dijadwalkan diketahui pada Rabu (4/11/2026).
"Untuk pemeriksaan sampel makanan, hasilnya bakso itu ada boraksnya. Kalau untuk kandungan E. coli, besok baru bisa diketahui," pungkas Safri.
