Tanam Bibit Lokal, Kacang Tanah Pekebun di Sidrap Tumbuh Subur dan Polongnya Besar
![]() |
| Tanam Bibit Lokal, Kacang Tanah Talib Tumbuh Subur dan Polongnya Besar (Foto : Suriady) |
PEWARTA SULSEL - Penggunaan bibit lokal dalam budidaya pertanian kembali menunjukkan potensi yang menjanjikan. Salah satunya terlihat pada tanaman kacang tanah varietas lokal Talib yang tumbuh subur dan menghasilkan polong berukuran besar.
Kacang tanah Talib menjadi salah satu pilihan bagi petani yang ingin mengembangkan komoditas pertanian dengan memanfaatkan benih lokal. Selain pertumbuhan tanaman yang baik, ukuran polong yang besar menjadi daya tarik tersendiri dalam proses budidaya.
Pemanfaatan bibit lokal ini juga menunjukkan bahwa potensi sumber daya pertanian di daerah dapat terus dikembangkan untuk mendukung produktivitas petani. Dengan pengelolaan tanaman yang tepat, bibit lokal berpeluang menjadi alternatif dalam kegiatan budidaya kacang tanah.
Saat ditemui Jurnalis Pewarta Sulsel di kebunnya Senin 26 Oktober 2026 Talib mengatakan bahwa. “Alhamdulillah, kacang tanah yang kami tanam menggunakan bibit lokal tumbuh subur dan menghasilkan polong yang besar. Ini menjadi salah satu potensi yang perlu dikembangkan karena bibit lokal juga mampu menunjukkan hasil yang menjanjikan,” ujar Talib.
Ia berharap, budidaya kacang tanah dengan memanfaatkan bibit lokal dapat menjadi inspirasi bagi petani lain untuk mengembangkan potensi pertanian di daerah masing-masing.
“Harapan kami, bibit lokal seperti ini bisa terus dipertahankan dan dikembangkan. Dengan perawatan yang baik, mudah-mudahan hasilnya semakin meningkat dan bisa memberikan manfaat ekonomi bagi petani,” tambahnya.
Pertumbuhan tanaman yang subur dan hasil polong yang menjanjikan menjadi modal penting untuk mendorong pengembangan kacang tanah Talib. Komoditas ini diharapkan dapat menarik minat petani untuk terus mengeksplorasi potensi benih lokal yang tersedia di lingkungan mereka.
Pengembangan bibit lokal seperti kacang tanah Talib juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberagaman sumber daya genetik pertanian. Dengan demikian, potensi benih lokal tidak hanya dipertahankan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai salah satu pilihan dalam mendukung pertanian berkelanjutan.
