Dari Kualitas Air hingga Pakan, PPL Perikanan Maritenggae Edukasi Pembudidaya Ikan Nila
![]() |
| Dari Kualitas Air hingga Pakan, PPL Maritenggae Edukasi Pembudidaya Ikan Nila (Foto : Suriady) |
PEWARTA SULSEL - Penyuluh Perikanan Lapangan (PPL) Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurtilawa Hakim, terus mendorong peningkatan produktivitas usaha perikanan melalui kegiatan kunjungan dan monitoring ke pembudidaya ikan nila, Kamis 22 Oktober 2026 pagi.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pendampingan kepada pembudidaya untuk memastikan proses pemeliharaan ikan berjalan dengan baik sekaligus mengidentifikasi kendala yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan dan hasil panen.
Dalam kunjungan tersebut, Nurtilawa memberikan edukasi mengenai sejumlah aspek penting dalam budidaya ikan nila, mulai dari pengelolaan kualitas air, pemberian pakan sesuai kebutuhan, hingga pemantauan pertumbuhan dan kesehatan ikan.
Pengelolaan kualitas air menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan karena berpengaruh terhadap kesehatan dan pertumbuhan ikan. Selain itu, pemberian pakan dengan jumlah dan frekuensi yang tepat juga diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ikan sekaligus meningkatkan efisiensi biaya produksi.
Melalui monitoring secara berkala, penyuluh dapat mengetahui perkembangan usaha budidaya serta memberikan arahan kepada pembudidaya apabila ditemukan kendala selama proses pemeliharaan.
Penyuluh Perikanan Lapangan Kecamatan Maritenggae, Nurtilawa Hakim, mengatakan, kunjungan dan monitoring merupakan bagian dari upaya pendampingan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan pembudidaya dalam menerapkan teknik budidaya yang tepat.
“Melalui kunjungan dan monitoring ini, kami ingin memastikan pembudidaya mendapatkan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kami juga memberikan edukasi mengenai pengelolaan kualitas air, pemberian pakan yang tepat, serta pemantauan pertumbuhan dan kesehatan ikan,” ujarnya.
Menurutnya, pendampingan secara berkelanjutan diperlukan agar pembudidaya mampu mengenali permasalahan sejak dini dan mengambil langkah penanganan yang sesuai.
Ia berharap, peningkatan pengetahuan dan keterampilan tersebut dapat membantu pembudidaya mengoptimalkan hasil produksi, menjaga kualitas ikan, serta mengembangkan usaha perikanan secara berkelanjutan.
Selain menjadi sarana edukasi teknis, kegiatan kunjungan lapangan juga membuka ruang komunikasi antara penyuluh dan pembudidaya untuk bertukar informasi mengenai perkembangan usaha serta kebutuhan pendampingan selanjutnya.
