Pemutakhiran e-RDKK 2027 Jadi Fokus Rakor Kementan dan Pupuk Indonesia di Sidrap
![]() |
| Pemutakhiran e-RDKK 2027 Jadi Fokus Rakor Kementan dan Pupuk Indonesia di Sidrap (Foto : Istimewa) |
PEWARTA SULSEL - Pemutakhiran data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) tahun 2027 menjadi salah satu fokus dalam Rapat Koordinasi Program Strategis Kementerian Pertanian di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Senin (5/10/2026). Bertempat di Resto Metro Kitchen Kecamatan Watang Pulu Sidrap
Rakor tersebut juga membahas petunjuk teknis (juknis) penebusan pupuk bersubsidi serta pemantapan program PM-AAS di Kabupaten Sidrap.
Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut yakni penyampaian data petani yang belum melakukan penebusan pupuk bersubsidi selama periode 2024-2026. Data tersebut didistribusikan PT Pupuk Indonesia (Persero) kepada seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Sidrap.
Data tersebut selanjutnya menjadi bahan bagi PPL untuk melakukan pendampingan dan pengecekan kondisi petani di lapangan. Langkah ini sekaligus mendukung proses pemutakhiran data e-RDKK untuk kebutuhan tahun 2027.
Selain membahas data petani, rakor juga menjadi forum penyamaan persepsi terkait juknis penebusan pupuk bersubsidi. Para peserta melakukan diskusi agar pelaksanaan penebusan dan distribusi pupuk dapat berjalan sesuai ketentuan.
Kegiatan tersebut dihadiri Manager Sulsel 2 & Sulbar Muhammad Hidayat Syam, Account Executive (AE) Ghilang Ardianto dan Assistant Account Executive (AAE) Aidil Kabupaten Sidrap dari PT Pupuk Indonesia (Persero), Ketua Tim Kerja Maryam, SP, MP, Kepala Dinas Pertanian Sidrap Ibrahim, SP, serta Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Haris Alimin yang tergabung dalam Tim KP3.
Manager Sulsel 2 & Sulbar PT Pupuk Indonesia (Persero), Muhammad Hidayat Syam, mengatakan pemutakhiran data e-RDKK menjadi hal penting untuk memastikan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.
Menurutnya, data petani yang belum melakukan penebusan pupuk pada periode 2024-2026 perlu menjadi perhatian bersama. Karena itu, PT Pupuk Indonesia berkomitmen mendukung proses pemutakhiran data melalui kolaborasi dengan penyuluh dan pelaku usaha distribusi.
"Kami terus mendukung proses pemutakhiran data e-RDKK agar data yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Data petani yang belum menebus pupuk juga kami sampaikan kepada penyuluh untuk ditindaklanjuti dan dilakukan pendampingan," ujar Muhammad Hidayat Syam.
Ia berharap koordinasi antara PT Pupuk Indonesia, pemerintah daerah, PPL dan PUD dapat terus diperkuat sehingga proses pemutakhiran data berjalan optimal.
"Harapan kami, melalui kolaborasi ini penyaluran pupuk bersubsidi dapat semakin tepat sasaran dan petani yang memang membutuhkan pupuk bisa mendapatkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya.
Rakor juga diikuti seluruh PPL se-Kabupaten Sidrap dan seluruh Pelaku Usaha Distribusi (PUD). Dalam proses pemutakhiran e-RDKK, PT Pupuk Indonesia dan PUD memberikan dukungan melalui kolaborasi data serta pendampingan di lapangan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu memastikan data petani yang masuk dalam e-RDKK semakin akurat dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.
Selain itu, Manager Sulsel 2 & Sulbar PT Pupuk Indonesia (Persero), Muhammad Hidayat Syam, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap dan seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang terus mendukung proses pemutakhiran data e-RDKK.
Menurutnya, peran PPL sangat penting karena mereka menjadi ujung tombak yang berinteraksi langsung dengan petani dan mengetahui kondisi pertanian di lapangan.
"Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sidrap dan seluruh PPL yang telah mendukung proses pemutakhiran data e-RDKK. Kolaborasi seperti ini sangat penting agar data petani yang kita miliki benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan," ujar Muhammad Hidayat Syam.
Ia menilai koordinasi antara pemerintah daerah, penyuluh dan PT Pupuk Indonesia menjadi kunci untuk mewujudkan penyaluran pupuk bersubsidi yang lebih efektif dan tepat sasaran.
"Teman-teman PPL memiliki peran yang sangat strategis dalam melakukan pendampingan dan verifikasi data petani. Kami dari Pupuk Indonesia siap mendukung dan berkolaborasi, termasuk dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha distribusi," katanya.
Muhammad Hidayat Syam berharap sinergi yang telah terbangun di Kabupaten Sidrap dapat terus dipertahankan sehingga proses pemutakhiran e-RDKK 2027 berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi para petani.
"Terima kasih atas sinergi dan dukungan Pemerintah Daerah Sidrap serta seluruh PPL. Semoga kolaborasi ini terus berjalan dengan baik sehingga kebutuhan pupuk petani dapat terdata dengan akurat dan penyalurannya semakin tepat sasaran," ucap Hidayat Syam
Pemutakhiran data menjadi bagian penting dalam mendukung penyaluran pupuk bersubsidi agar lebih tepat sasaran. Data yang akurat juga diharapkan dapat memudahkan petani memperoleh pupuk sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Assistant Account Executive (AAE) Kabupaten Sidrap PT Pupuk Indonesia (Persero), Aidil, mengatakan pemutakhiran data e-RDKK membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak, khususnya PPL yang bersentuhan langsung dengan petani di lapangan.
Menurutnya, data petani yang belum melakukan penebusan pupuk pada periode sebelumnya menjadi salah satu bahan penting untuk dilakukan pengecekan kembali, sehingga data yang digunakan untuk e-RDKK 2027 benar-benar menggambarkan kondisi petani saat ini.
"Kami berharap data yang kami sampaikan dapat ditindaklanjuti oleh teman-teman PPL di lapangan. Data ini perlu kita cek bersama, apakah petaninya masih aktif, masih melakukan usaha tani, atau ada perubahan lainnya. Dengan begitu, data e-RDKK 2027 bisa semakin valid dan sesuai dengan kondisi sebenarnya," ujar Aidil.
Aidil berharap proses pemutakhiran e-RDKK dapat berjalan tepat waktu dan menghasilkan data yang akurat, sehingga penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Sidrap semakin efektif dan tepat sasaran.
"Harapan kami, ke depan tidak ada lagi data yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Semakin akurat datanya, semakin mudah kita memastikan pupuk bersubsidi tersalurkan kepada petani yang memang berhak dan membutuhkan," pungkasnya.
Melalui rakor ini, pemerintah daerah bersama PPL, PT Pupuk Indonesia dan pelaku usaha distribusi memperkuat koordinasi untuk mendukung program strategis Kementerian Pertanian sekaligus pemantapan program PM-AAS di Kabupaten Sidrap.
