Penyuluh Pertanian Pangkep Studi Tiru di P4S Laskar Pelangi, Pelajari Inovasi dan Pengembangan SDM
![]() |
| Penyuluh Pertanian Pangkep Studi Tiru di P4S Laskar Pelangi, Pelajari Inovasi dan Pengembangan SDM (Foto : Istimewa) |
PEWARTA SULSEL - Sebanyak 62 Penyuluh pertanian dari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) melaksanakan studi tiru di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Laskar Pelangi Enrekang, sabtu- minggu 3-4 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas wawasan, bertukar pengalaman, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para penyuluh untuk mempelajari pengalaman pengelolaan pelatihan pertanian berbasis masyarakat, sekaligus menggali praktik dan inovasi yang berpotensi diterapkan sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.
Penyuluh Pertanian Pangkep, Nuraziza Djunaid, mengatakan studi banding merupakan sarana penting untuk menambah pengetahuan dan memperoleh pengalaman baru dalam mendampingi petani.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memperoleh wawasan dan pengalaman yang bisa menjadi referensi dalam melaksanakan tugas penyuluhan di lapangan. Pengetahuan yang didapatkan diharapkan dapat diteruskan kepada petani agar mendukung peningkatan kapasitas dan produktivitas usaha tani,” Kata Nuraziza.
Menurutnya, penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai pendamping petani dalam mengenalkan inovasi, mendorong penerapan teknologi, serta membantu petani menghadapi berbagai tantangan dalam kegiatan usaha tani.
Karena itu, pertukaran pengalaman dengan pengelola pusat pelatihan pertanian dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkaya metode pendampingan kepada kelompok tani.
Sementara itu, Ketua P4S Laskar Pelangi, Benny Arman, menyambut baik kegiatan studi tiru tersebut. Ia menilai pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar pelaku pertanian penting untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sektor pertanian.
“P4S diharapkan dapat menjadi ruang belajar bersama bagi petani dan penyuluh. Melalui berbagi pengalaman, pengetahuan, serta praktik pertanian yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan, kita dapat saling mendukung dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian,” harap Benny Arman.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara penyuluh, petani, dan pengelola P4S dalam mendorong pengembangan pertanian yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Kegiatan studi tiru ini diharapkan tidak berhenti pada kunjungan semata, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui penerapan pengetahuan yang diperoleh, penguatan jejaring kerja sama, serta peningkatan kualitas pendampingan kepada petani.
Dengan demikian, pengalaman yang dibagikan melalui P4S Laskar Pelangi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penyuluh pertanian Pangkep dalam mendukung kemajuan sektor pertanian dan kesejahteraan petani.
