Ketua Karang Taruna Beri Gelar Bupati Sidrap sebagai “Bapak Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Indonesia”
![]() |
| Ketua Karang Taruna Beri Gelar Bupati Sidrap sebagai “Bapak Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Indonesia” (Foto : Istimewa) |
PEWARTA SULSEL - Ketua Karang Taruna Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Dr. Abdul Jabbar, S.I.P., M.Si., dalam sambutannya dalam momentum Perayaan HUT ke 66 Karang Taruna tingkat Kabupaten Sidrap memberikan apresiasi khusus kepada Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, dengan menyematkan gelar “Bapak Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Indonesia.
Gelar tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidrap yang menunjukkan akselerasi signifikan di bawah kepemimpinan Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Nurkanaah.
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sidenreng Rappang, ekonomi Sidrap pada tahun 2025 tumbuh sebesar 7,71 persen, meningkat tajam dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 sebesar 4,05 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara kabupaten/kota di Sulawesi Selatan pada tahun 2025.
Menurut Abdul Jabbar, capaian tersebut menjadi indikator penting bahwa percepatan pembangunan ekonomi daerah dapat dilakukan melalui kepemimpinan yang memiliki keberanian mengambil kebijakan, kemampuan membaca potensi daerah, serta membangun kolaborasi lintas sektor.
“Gelar ini bukan sekadar penghargaan simbolik. Ini adalah bentuk apresiasi atas keberanian dan komitmen Bupati Syaharuddin Alrif dalam mendorong percepatan ekonomi daerah. Ketika pertumbuhan ekonomi Sidrap mencapai 7,71 persen dan menjadi yang tertinggi di Sulawesi Selatan, tentu ada kerja keras, kebijakan dan kolaborasi yang patut diapresiasi,” ujar Abdul Jabbar.
Ia menegaskan, Karang Taruna memandang pertumbuhan ekonomi bukan hanya persoalan angka statistik, tetapi harus bermuara pada peningkatan kesempatan kerja, penguatan UMKM, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta terbukanya ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk berusaha dan berkarya.
“Bagi kami, pertumbuhan ekonomi harus menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Anak muda harus mendapatkan ruang untuk berwirausaha, UMKM harus tumbuh, sektor pertanian dan peternakan semakin produktif, dan masyarakat harus merasakan manfaat pembangunan,” lanjutnya.
Bukan Sekadar Angka
Pertumbuhan ekonomi Sidrap sebesar 7,71 persen tercatat dalam rilis resmi BPS pada Maret 2026. Dari sisi produksi, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 12,42 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi berasal dari konsumsi rumah tangga sebesar 6,41 persen. PDRB Sidrap tahun 2025 atas dasar harga berlaku mencapai Rp21,73 triliun.
Capaian tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Pemerintah Kabupaten Sidrap menyebut pertumbuhan 7,71 persen sebagai capaian tertinggi di Sulawesi Selatan, sekaligus menjadi salah satu indikator positif kinerja pembangunan daerah.
Abdul Jabbar mengatakan, capaian tersebut seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, pemuda dan organisasi sosial.
“Karang Taruna siap menjadi bagian dari ekosistem pembangunan ekonomi daerah. Kami ingin pemuda tidak hanya menjadi penonton pertumbuhan ekonomi, tetapi menjadi pelaku utama melalui kewirausahaan, ekonomi kreatif, UMKM, ekonomi sirkular dan berbagai inovasi sosial,” katanya.
Dari Sidrap untuk Indonesia
Menurut Abdul Jabbar, pemberian gelar “Bapak Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Indonesia” merupakan refleksi atas semangat menjadikan Sidrap sebagai contoh bahwa daerah dapat melakukan akselerasi ekonomi dengan mengoptimalkan potensi lokal.
Ia menilai pengalaman Sidrap dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain, terutama dalam mengembangkan sektor unggulan, memperkuat UMKM, membuka lapangan kerja dan membangun kolaborasi antarpemangku kepentingan.
“Sidrap sedang menunjukkan bahwa daerah tidak harus menunggu menjadi kota besar atau kawasan industri untuk bertumbuh. Dengan potensi lokal, kepemimpinan yang kuat, kebijakan yang tepat dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, percepatan ekonomi dapat dilakukan,” ungkapnya.
Meski demikian, Abdul Jabbar menekankan bahwa capaian 7,71 persen bukanlah garis akhir.
“Pertumbuhan ekonomi harus dijaga keberlanjutannya. Tantangan ke depan adalah bagaimana pertumbuhan tersebut semakin inklusif, menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan dan memperluas kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap capaian ekonomi Sidrap menjadi energi baru bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerak bersama membangun daerah.
“Dari Sidrap, kita belajar bahwa pertumbuhan bukan hanya tentang seberapa cepat ekonomi bergerak, tetapi seberapa luas manfaatnya dirasakan masyarakat.” tutup Dr. Abdul Jabbar, S.I.P., M.Si.Ketua Karang Taruna Kabupaten Sidenreng Rappang
