Sembilan KNMP Dibangun, Luwu Timur Usulkan Penambahan Lokasi untuk 2027
![]() |
| Sembilan KNMP Dibangun, Luwu Timur Usulkan Penambahan Lokasi untuk 2027 (Foto : Istimewa) |
PEWARTA SULSEL - Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Perikanan mengusulkan penambahan lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) untuk tahun anggaran 2027 kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.
Usulan tersebut disampaikan saat jajaran Pemkab Luwu Timur bersama Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Dr. Y. Paonganan, melakukan peninjauan lapangan sekaligus evaluasi progres pembangunan KNMP di daerah tersebut.
Saat ini, pembangunan KNMP di Luwu Timur berlangsung pada sembilan lokasi yang tersebar di tiga kecamatan. Rinciannya, empat lokasi berada di Kecamatan Malili, yakni Desa Harapan, Pasi-Pasi, Wewangriu, dan Lakawali Pantai.
Kemudian tiga lokasi berada di Kecamatan Wotu, meliputi Desa Lampenai, Bawalipu, dan Balo-balo. Sementara dua lokasi lainnya berada di Kecamatan Burau, yakni Desa Mabonta dan Burau Pantai.
Hingga saat ini, progres pembangunan fisik KNMP di sembilan lokasi tersebut rata-rata telah mencapai sekitar 20 persen.
Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Luwu Timur, Heriwanto Manda, S.T., mengatakan program KNMP menjadi salah satu bentuk sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
"Pembangunan KNMP di sembilan titik desa pesisir ini adalah berkah besar bagi Luwu Timur. Program ini sangat sejalan dengan visi Bupati Irwan Bachri Syam dalam mewujudkan Luwu Timur Maju dan Sejahtera, khususnya dalam menaikkan taraf hidup para nelayan di sepanjang pesisir," kata Heriwanto, Sabtu (26/9/2026).
Selain mengusulkan perluasan titik KNMP, Pemkab Luwu Timur juga menyampaikan usulan program budidaya tematik untuk pelaksanaan pada tahun anggaran 2027.
Langkah tersebut mendapat respons positif dari pihak KKP. Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Y. Paonganan, menyatakan siap membantu mengawal proses pengajuan lokasi baru yang diusulkan pemerintah daerah.
"Segera masukkan pengusulan titik untuk tahun depan, kami siap bantu prosesnya," ujar Paonganan di hadapan jajaran Dinas Perikanan, penyuluh, camat, kepala desa, serta pengurus Koperasi Desa KNMP setempat.
Paonganan menjelaskan, KNMP merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diarahkan untuk mendorong transformasi kawasan pesisir menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang modern, produktif, dan berdaya saing.
Menurutnya, pembangunan tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga mencakup penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui koperasi.
"Kawasan pesisir ditransformasi melalui infrastruktur modern dan pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi. Kami berharap sembilan titik di Luwu Timur ini berjalan lancar dan menjadi percontohan nasional, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat nelayan," tuturnya.
Ia juga meminta pemerintah daerah dan masyarakat ikut melakukan pengawasan terhadap proses pembangunan KNMP agar pelaksanaannya berjalan sesuai dengan tujuan program.
Bagi Paonganan, Luwu Timur memiliki nilai historis tersendiri. Ia menyebut daerah tersebut sebagai salah satu tempat dirinya menimba ilmu saat masih kecil, tepatnya di Kalaena Kiri pada 1971.
Kedekatan historis tersebut menjadi salah satu alasan yang turut memperkuat komitmennya untuk mendorong percepatan pembangunan kawasan pesisir di Kabupaten Luwu Timur.
