Cegah Kanker Serviks, Pemkab Luwu Utara Dukung Pemeriksaan HPV DNA dan Vaksinasi
![]() |
| Cegah Kanker Serviks, Pemkab Luwu Utara Dukung Pemeriksaan HPV DNA dan Vaksinasi (Foto : Istimewa) |
PEWARTA SULSEL - Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melalui Dinas Kesehatan terus mendorong langkah preventif untuk menekan risiko kanker serviks pada perempuan. Salah satunya dengan mendukung pemeriksaan HPV DNA dan vaksinasi HPV yang digelar Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Pengurus Cabang Kodim 1403/Palopo.
Kegiatan tersebut berlangsung di Puskesmas Masamba, Kabupaten Luwu Utara, pada 6–7 Oktober 2026. Pelaksanaan kegiatan merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI.
Sasaran kegiatan difokuskan kepada perempuan usia produktif, terutama kelompok usia 30–50 tahun yang telah menikah atau aktif secara seksual.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Utara Abdul Wahid mengatakan, pemeriksaan HPV DNA memiliki peran penting dalam mendukung deteksi dini kanker serviks. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui keberadaan Human Papillomavirus (HPV), yang menjadi salah satu faktor utama penyebab kanker serviks.
“Deteksi dini sangat penting. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula bisa dilakukan tindak lanjut,” ujar Abdul Wahid.
Menurut dia, pencegahan kanker serviks perlu dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya mengandalkan pengobatan ketika penyakit sudah muncul, tetapi juga melalui pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi sebagai langkah perlindungan sejak awal.
“Pencegahan tidak cukup hanya dengan pengobatan, tetapi harus dimulai dari pemeriksaan dan vaksinasi,” katanya.
Deteksi HPV Sebelum Berkembang
Pemeriksaan HPV DNA dilakukan dengan metode yang mendeteksi materi genetik virus HPV. Melalui pemeriksaan tersebut, keberadaan virus yang memiliki risiko terhadap kesehatan dapat diketahui lebih awal sebelum berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.
Sementara itu, vaksinasi HPV diberikan sebagai salah satu bentuk perlindungan terhadap infeksi HPV yang berkaitan dengan kanker serviks.
Abdul Wahid menilai kegiatan yang melibatkan berbagai unsur tersebut juga dapat memperluas penyampaian informasi mengenai kesehatan reproduksi kepada masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesadaran perempuan agar lebih aktif memanfaatkan layanan kesehatan, termasuk melakukan pemeriksaan secara berkala.
Kegiatan Persit KCK bersama Dinas Kesehatan Luwu Utara juga diharapkan dapat mendorong perempuan untuk tidak menunggu munculnya gejala ketika ingin memeriksakan kondisi kesehatannya.
Pemkab Luwu Utara terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Upaya pemeriksaan dan vaksinasi diharapkan dapat membantu menekan risiko kanker serviks sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan perempuan dan keluarga di Luwu Utara.
