Budidaya Kacang Hijau Jadi Alternatif Petani Wajo Manfaatkan Lahan Saat Musim Kemarau
![]() |
| Budidaya Kacang Hijau Jadi Alternatif Petani Desa Lempong Wajo Manfaatkan Lahan Saat Musim Kemarau |
PEWARTA SULSEL - Petani di Desa Lempong Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, memiliki peluang mengembangkan budidaya kacang hijau sebagai alternatif tanaman pangan saat musim kemarau. Komoditas ini dinilai cocok menjadi pilihan untuk mengoptimalkan lahan pertanian, terutama ketika pasokan air untuk budidaya padi mulai terbatas.
Selain memiliki nilai ekonomi, kacang hijau juga dikenal sebagai bahan pangan yang banyak digunakan dalam berbagai olahan makanan. Masa panennya yang relatif singkat menjadi salah satu keunggulan yang dapat dipertimbangkan petani dalam menentukan komoditas yang akan dibudidayakan.
Pemanfaatan kacang hijau sebagai tanaman alternatif juga dapat dilakukan setelah panen padi. Dengan pengelolaan yang tepat, lahan pertanian diharapkan tetap produktif dan mampu memberikan tambahan penghasilan bagi petani meskipun memasuki periode dengan curah hujan rendah.
Ketua Kelompok Tani Amir Jaya Latunreng, Desa Lempong, Mustamang, mengatakan bahwa budidaya kacang hijau dapat menjadi pilihan bagi petani untuk menyiasati keterbatasan air selama musim kemarau.
“Budidaya kacang hijau menjadi salah satu alternatif yang bisa dipertimbangkan petani, terutama saat musim kemarau ketika ketersediaan air untuk tanaman padi mulai terbatas. Selain dapat memanfaatkan lahan yang ada, tanaman ini juga memiliki potensi ekonomi dan bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani. Kami berharap budidaya kacang hijau dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan petani,” ujar Mustamang.
Menurutnya, pengembangan komoditas alternatif perlu menjadi perhatian agar petani mempunyai pilihan usaha tani yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Diversifikasi tanaman pangan juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap satu jenis komoditas sekaligus membuka peluang pendapatan dari sektor pertanian.
Meski relatif lebih toleran terhadap kondisi kering dibandingkan sejumlah tanaman pangan lainnya, budidaya kacang hijau tetap memerlukan pengelolaan yang baik. Ketersediaan air pada fase pertumbuhan tertentu, penggunaan benih berkualitas, serta pemeliharaan tanaman menjadi faktor yang perlu diperhatikan untuk mendukung hasil panen.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Lempong, Andi Agussalim, SP, menyampaikan bahwa pengembangan kacang hijau dapat mendukung diversifikasi tanaman pangan, khususnya pada lahan yang mengalami keterbatasan air ketika musim kemarau.
“Pengembangan kacang hijau dapat menjadi salah satu pilihan dalam diversifikasi tanaman pangan, khususnya di lahan yang memiliki keterbatasan air saat musim kemarau. Namun, petani tetap perlu memperhatikan kesesuaian lahan, pemilihan benih, waktu tanam, pemeliharaan, serta pengendalian hama dan penyakit agar hasil yang diperoleh lebih optimal. Pendampingan penyuluh juga penting untuk membantu petani menerapkan teknik budidaya yang tepat,” ujar Andi Agussalim.
Pendampingan penyuluh diharapkan dapat membantu petani menentukan teknik budidaya yang sesuai dengan kondisi lahan. Langkah tersebut mencakup penentuan waktu tanam, pemilihan varietas, perawatan tanaman, hingga upaya mencegah serangan hama dan penyakit.
Dengan memanfaatkan lahan secara lebih efektif dan menerapkan teknik budidaya yang tepat, kacang hijau berpotensi menjadi komoditas pendukung bagi petani di Kabupaten Wajo. Pengembangannya diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memberikan alternatif sumber pendapatan ketika ketersediaan air untuk tanaman padi mengalami keterbatasan.
Budidaya kacang hijau pun dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat diversifikasi pangan dan menjaga keberlanjutan usaha tani, terutama dalam menghadapi tantangan pertanian pada musim kemarau
