Sidrap Gencarkan Gerakan Makan Telur, Bidik Jadi Lumbung Telur 2030
![]() |
| Sidrap Gencarkan Gerakan Makan Telur, Bidik Jadi Lumbung Telur 2030 (Foto : Istimewa) |
PEWARTA SULSEL - Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, mengajak masyarakat membiasakan konsumsi telur sebagai bagian dari pola makan bergizi sekaligus mendukung keberlangsungan usaha peternak ayam petelur lokal.
Ajakan tersebut dikemas melalui Gerakan Makan Telur yang digelar saat Apel Sore Gabungan di Lapangan Upacara Kompleks SKPD Sidrap, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ASN lingkup Kompleks SKPD, Sekretariat DPRD, serta Kecamatan Maritengngae. Apel dipimpin Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh mewakili Bupati Sidrap.
Turut hadir Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Sidrap Ahmad Dollah, sejumlah pejabat lingkup Pemkab Sidrap, serta perwakilan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Makassar.
Dalam kegiatan itu, setiap peserta mendapatkan dua butir telur untuk dikonsumsi bersama. Pembagian telur tersebut menjadi simbol kampanye pentingnya konsumsi pangan bergizi sekaligus bentuk dukungan terhadap produk peternakan yang dihasilkan masyarakat Sidrap.
Andi Rahmat Saleh mengatakan, Gerakan Makan Telur sejalan dengan visi pembangunan pemerintah daerah, khususnya dalam pengembangan sektor peternakan ayam petelur.
Salah satu target yang didorong pemerintah adalah meningkatkan populasi ayam hingga 10 juta ekor. Pemkab Sidrap juga berupaya menjaga stabilitas harga telur di tingkat peternak serta menjadikan daerah tersebut sebagai lumbung telur pada 2030.
"Produksi telur yang tinggi di tingkat peternak dinilai perlu diiringi penguatan pasar dan peningkatan konsumsi masyarakat. Dengan demikian, rantai usaha peternakan ayam petelur dapat terus berkembang sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat," kata Andi Rahmat Saleh.
Ia menyebut Sidrap memiliki potensi besar dalam pengembangan ayam layer atau ayam petelur. Potensi tersebut terus dioptimalkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta, termasuk PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Makassar.
Menurutnya, peningkatan produksi harus berjalan beriringan dengan perluasan pasar. Salah satu caranya dengan mendorong masyarakat agar lebih banyak mengonsumsi telur sebagai sumber pangan bergizi.
Gerakan tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dan mendukung upaya pencegahan stunting.
"Masyarakat juga diingatkan untuk memilih produk peternakan yang memenuhi prinsip ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal," ujarnya.
Serahkan Sertifikat NKV
Selain kampanye makan telur, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) kepada sejumlah pelaku usaha.
Sertifikat NKV menjadi jaminan bahwa unit usaha produk hewan telah memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi. Sertifikasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga mutu serta keamanan pangan asal hewan.
Kepemilikan sertifikat NKV juga menjadi persyaratan bagi pelaku usaha untuk melalulintaskan atau mengirimkan produk hewan antar-kabupaten/kota maupun antarprovinsi.
Melalui Gerakan Makan Telur, Pemkab Sidrap mendorong agar konsumsi telur tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem peternakan lokal.
Dengan meningkatnya konsumsi masyarakat, diharapkan pasar telur semakin kuat sehingga usaha peternakan ayam petelur dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Sidrap.
