Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Perkuat Pertahanan Maritim, Lanal Selayar Masuk Tahap Persiapan Pembangunan dengan Anggaran Capai Rp273 Miliar

Perkuat Pertahanan Maritim, Lanal Selayar Masuk Tahap Persiapan Pembangunan dengan Anggaran Capai Rp273 Miliar
Perkuat Pertahanan Maritim, Lanal Selayar Masuk Tahap Persiapan Pembangunan dengan Anggaran Capai Rp273 Miliar
(Foto : Istimewa) 

KEPULAUAN SELAYAR, PEWARTA SULSEL - Rencana pembangunan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) di Desa Bungaiya, Kabupaten Kepulauan Selayar, makin mendekati realisasi. Hal ini ditandai dengan peninjauan langsung lokasi yang dilakukan oleh Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz bersama Pangdam XIV Hasanuddin Mayor Jenderal TNI Bangun Nawoko dan anggota Komisi I DPR RI, Achmad Daeng Sere, pada Jumat (22/5/2026).

Kegiatan strategis ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Pertahanan, Pejabat Utama Mabesal, jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI, serta Pemerintah Daerah Kepulauan Selayar yang dipimpin langsung oleh Bupati H. Muh Natsir Ali dan Wakil Bupati, serta jajaran camat dan kepala desa setempat.

Dalam pemaparan rencana induk pembangunan, Komandan Kodaeral VI merinci bahwa fasilitas yang akan dibangun nantinya meliputi markas komando, gudang amunisi, perumahan dan asrama personel, hingga dermaga yang berfungsi mendukung operasional pertahanan di wilayah perairan selatan Sulawesi Selatan.

Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz menjelaskan bahwa proses persiapan lahan sebenarnya sudah berjalan cukup lama. Lahan tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar yang telah diterima sejak tahun 2021, dan kelengkapan administrasi hingga izin pembangunan telah rampung dengan terbitnya Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut dan TNI pada tahun 2024 lalu.

Dari sisi pendanaan, proyek strategis nasional ini membutuhkan biaya besar. "Secara keseluruhan, kebutuhan anggaran pembangunan lengkap termasuk dermaga diperkirakan mencapai sekitar Rp273 miliar. Dari jumlah itu, khusus untuk pembangunan dermaganya saja diperlukan dana sekitar Rp80 hingga Rp83 miliar," ungkap Andi Abdul Aziz.

Ia menambahkan, pembangunan akan dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran. "Kami sangat berharap dan berdoa, di tahun 2026 ini sudah ada progres nyata berupa dimulainya pekerjaan fisik di lokasi," tambahnya.

Sementara itu, Achmad Daeng Sere selaku wakil rakyat dari Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan negara, menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari program prioritas nasional guna memperkuat sistem pertahanan dan kedaulatan negara di wilayah perbatasan.

"Ini adalah amanah program nasional dan bagian dari arahan Bapak Presiden untuk memperkuat pertahanan negara. Saya tidak ingin sekadar berjanji, namun saya berkomitmen penuh akan memaksimalkan dan terus mengawal proses pembangunan ini di tingkat pusat agar segera terwujud. Kami mohon doa dan dukungan sepenuhnya dari masyarakat Selayar," tegas Achmad Daeng Sere.

Pemerintah Daerah Kepulauan Selayar pun menyambut baik rencana pembangunan ini. Bupati H. Muh Natsir Ali menegaskan dukungan penuhnya, mengingat kehadiran pangkalan militer ini dinilai memiliki dampak ganda: memperkuat keamanan wilayah sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat setempat.

"Kehadiran Lanal di Selayar sangat kami dukung sepenuhnya. Selain memperkokoh keamanan dan pengawasan di perairan selatan Sulawesi Selatan, keberadaan fasilitas ini juga akan mendorong percepatan pembangunan daerah dan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi warga sekitar," ujar Bupati Muh Natsir Ali.

Nantinya, keberadaan Lanal Selayar diharapkan mampu menjadi garda terdepan pengamanan laut, menjaga kedaulatan maritim nasional, serta membuka peluang kemajuan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Selayar.