Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Pemkab Luwu Timur Perkuat Kolaborasi Program “Healthier Smile” Phase 8, Sasar 25 Sekolah

Pemkab Luwu Timur Perkuat Kolaborasi Program “Healthier Smile” Phase 8, Sasar 25 Sekolah
Pemkab Luwu Timur Perkuat Kolaborasi Program “Healthier Smile” Phase 8, Sasar 25 Sekolah
(Foto : Istimewa) 

LUWU TIMUR, PEWARTA SULSEL - Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mendorong peningkatan kualitas kesehatan anak melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut diwujudkan lewat peluncuran program Healthier Smile Phase 8 yang digagas bersama sejumlah mitra strategis.

Kegiatan kick off program dirangkaikan dengan rapat pembentukan Working Group Phase 8 yang berlangsung di Aula Bapperida Luwu Timur, Malili, Rabu (29/4/2026). Program ini melibatkan Save the Children (STC), Celosia Marennu Indonesia, serta Mars Snacking Foundation.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Luwu Timur, Aini Endis Anrika, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa keberlanjutan program ini menjadi langkah penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Menurutnya, kesehatan anak, khususnya di lingkungan sekolah, merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang produktif di masa depan.

“Program ini bukan hanya soal kesehatan gigi, tetapi juga investasi jangka panjang bagi generasi muda. Sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga non-pemerintah menjadi kunci agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” ujarnya.

Ia juga berharap implementasi program tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan mampu mendorong perubahan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan di kalangan siswa.

Sementara itu, Program Manager STC, Robert Nufninu, menjelaskan bahwa pada Phase 8, program Healthier Smile tidak hanya fokus pada kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga memperkuat peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

“Penguatan UKS menjadi strategi utama agar edukasi kesehatan dapat dilakukan secara rutin dan terintegrasi, sehingga kebiasaan hidup bersih dan sehat bisa terbentuk sejak dini,” jelasnya.

District Coordinator STC, Rina Zulwiyati, menambahkan bahwa cakupan program terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada Phase 8 ini, jumlah sekolah yang menjadi sasaran bertambah menjadi 25 sekolah, terdiri dari dua SLB, dua madrasah, dan 21 sekolah dasar negeri.

Program Healthier Smile sendiri merupakan gerakan berbasis sekolah yang mengintegrasikan edukasi kesehatan gigi dengan aspek WASH (air, sanitasi, dan kebersihan), serta pelestarian lingkungan.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Agama Luwu Timur, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), serta tim pelaksana dari STC dan Celosia Marennu Indonesia.

Melalui kolaborasi yang semakin luas, diharapkan program ini mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat sekaligus membentuk kebiasaan hidup bersih bagi anak-anak di Luwu Timur.