Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Wabup Luwu Timur Pantau Pasar Murah LPG 3 Kg, Pastikan Tepat Sasaran di Tengah Kelangkaan

Wabup Luwu Timur Pantau Pasar Murah LPG 3 Kg, Pastikan Tepat Sasaran di Tengah Kelangkaan
Wabup Luwu Timur Pantau Pasar Murah LPG 3 Kg, Pastikan Tepat Sasaran di Tengah Kelangkaan
(Foto : Istimewa) 

LUWU TIMUR, PEWARTA SULSEL -  Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, turun langsung memantau pelaksanaan pasar murah LPG 3 kilogram yang digelar di sejumlah kecamatan, Jumat (30/1/2026). 

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan pemerintah daerah agar distribusi gas bersubsidi benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Peninjauan dilakukan di beberapa titik strategis, di antaranya Kantor Camat Burau, Wotu, Mangkutana, Malili, Wasuponda, dan Towuti. Di setiap lokasi, panitia menyiapkan masing-masing 560 tabung LPG 3 Kg yang dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp20 ribu per tabung untuk setiap kepala keluarga.

Program pasar murah ini menjadi salah satu solusi jangka pendek Pemkab Luwu Timur dalam merespons kelangkaan LPG yang belakangan dikeluhkan warga, sekaligus menekan beban pengeluaran rumah tangga.

Dalam keterangannya, Wabup Puspawati menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga ketersediaan energi bersubsidi bagi masyarakat kecil.

“Kami ingin memastikan gas LPG 3 Kg benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak dengan harga sesuai ketentuan. Ini bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi ekonomi warga,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar penggunaan LPG bersubsidi tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak, termasuk pelaku usaha besar, serta meminta aparat terkait terus melakukan pengawasan di lapangan.

Pelaksanaan pasar murah berjalan tertib dan mendapat antusiasme tinggi dari warga. Banyak masyarakat mengaku terbantu, terutama di tengah sulitnya mendapatkan LPG 3 Kg di pasaran dalam beberapa waktu terakhir.

Pemkab Luwu Timur berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat