Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Petani Patommo Panen 9 Ton Gabah di Tengah Kemarau El Nino

Musim kemarau yang dipicu fenomena El Nino tak menjadi alasan bagi Rasyid untuk menghentikan aktivitas bertani. Di tengah keterbatasan pasokan air, pe
Petani Patommo Panen 9 Ton Gabah di Tengah Kemarau El Nino
Petani Patommo Panen 9 Ton Gabah di Tengah Kemarau El Nino
(Foto : Istimewa) 

PEWARTA SULSEL - Musim kemarau yang dipicu fenomena El Nino tak menjadi alasan bagi Rasyid untuk menghentikan aktivitas bertani. Di tengah keterbatasan pasokan air, petani di Patommo, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), itu berhasil memanen sekitar 9 ton gabah dari lahan seluas 68 are.

Panen tersebut mendapat perhatian langsung dari Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif yang hadir di lokasi, Rabu (2/9/2026). Ia menilai capaian Rasyid menjadi bukti bahwa petani tetap mampu menjaga produktivitas meski harus berhadapan dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Syaharuddin mengatakan kekeringan menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi petani saat ini. Namun, kondisi tersebut tidak seharusnya mematahkan semangat untuk tetap mengolah lahan pertanian.

“Berbagai kendala kita hadapi, terutama kekeringan akibat El Nino. Kita patut bersyukur masih bisa panen. Dari lahan 68 are ini, hasilnya mencapai 9 ton. Ini menunjukkan petani kita tetap semangat dan tidak menyerah menghadapi kondisi yang ada,” ujar Syaharuddin.

Menurutnya, capaian produksi tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya mempertahankan aktivitas pertanian meski berada dalam tekanan musim kemarau. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memberi perhatian terhadap persoalan yang secara langsung dirasakan petani.

“Petani harus tetap semangat. Kita tidak boleh berhenti hanya karena menghadapi kekeringan. Pemerintah akan terus melihat apa yang menjadi kebutuhan petani, khususnya terkait air,” katanya.

Usai menyaksikan proses panen, Syaharuddin juga menyempatkan diri berdialog dengan para petani. Pembahasan difokuskan pada persoalan yang dihadapi di lapangan, terutama menyangkut kebutuhan air untuk mendukung kegiatan pertanian.

Para petani kemudian menyampaikan sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan air, kondisi lahan, hingga kebutuhan yang diperlukan untuk menghadapi musim tanam berikutnya. Aspirasi tersebut menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam menentukan langkah dan dukungan yang dibutuhkan petani.

Pemerintah daerah menilai masukan langsung dari petani penting untuk memastikan kebijakan pertanian sesuai dengan kondisi di lapangan. Terlebih, persoalan ketersediaan air menjadi salah satu tantangan yang semakin dirasakan selama musim kemarau.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Patahangi Nurdin, Kepala Dinas TPHPKP Ibrahim, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Kepala Bagian Ekonomi Haris Halimin, Camat Watang Pulu Mansyur, para kepala desa/lurah se-Kecamatan Watang Pulu, serta penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
PEWARTA Sulsel
PEWARTA Sulsel
Media online Pewarta.co.id regional Sulawesi Selatan (Pewarta Sulsel). Menyajikan informasi berita Sulsel terkini up to date.

WARTA SULSEL TERBARU

  • Petani Patommo Panen 9 Ton Gabah di Tengah Kemarau El Nino
  • Petani Patommo Panen 9 Ton Gabah di Tengah Kemarau El Nino
  • Petani Patommo Panen 9 Ton Gabah di Tengah Kemarau El Nino
  • Petani Patommo Panen 9 Ton Gabah di Tengah Kemarau El Nino
  • Petani Patommo Panen 9 Ton Gabah di Tengah Kemarau El Nino
  • Petani Patommo Panen 9 Ton Gabah di Tengah Kemarau El Nino