Pemkab Sidrap Gandeng Kemenperin Tingkatkan Kualitas Kopi Lokal
![]() |
| Pemkab Sidrap Gandeng Kemenperin Tingkatkan Kualitas Kopi Lokal (Foto : Istimewa) |
PEWARTA SULSEL - Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, menggandeng Kementerian Perindustrian untuk memperkuat pengembangan komoditas kopi lokal. Kolaborasi tersebut diarahkan pada peningkatan kualitas pengolahan hingga daya saing produk kopi daerah.
Langkah itu dibahas dalam pertemuan Ketua Tim Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi, Konsultasi, dan Pendampingan Teknis BBSPJIHPMM, Dr Asma Assa, bersama tim dengan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif. Pertemuan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Jumat (4/9/2026).
BBSPJIHPMM merupakan unit kerja Kementerian Perindustrian yang memiliki fokus pada standardisasi dan pelayanan jasa industri hasil perkebunan, mineral logam, dan maritim.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Sidrap dan BBSPJIHPMM membahas penguatan kerja sama untuk mengembangkan industri berbasis komoditas unggulan daerah. Salah satu fokus utama ialah meningkatkan mutu sekaligus daya saing produk kopi yang dihasilkan masyarakat Sidrap.
Kerja sama itu nantinya dilaksanakan melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sidrap. BBSPJIHPMM akan memberikan pembinaan, peningkatan kompetensi, serta pendampingan penerapan teknologi industri kepada para pelaku usaha lokal.
Salah satu kegiatan yang disiapkan yakni program Peningkatan Kompetensi Pengolah Kopi melalui Penerapan Teknologi Pascapanen. Program tersebut akan melibatkan produsen kopi lokal yang berada di Desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, peningkatan kualitas pengolahan menjadi hal penting untuk mendorong komoditas kopi memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.
"Kopi merupakan salah satu komoditas andalan di daerah kita. Karena itu, kualitasnya harus terus ditingkatkan, mulai dari proses pascapanen hingga menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi," kata Syaharuddin.
Dia mengatakan potensi kopi yang dimiliki Sidrap perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas produk, kemasan, hingga strategi pemasaran. Dukungan teknologi dari Kementerian Perindustrian dinilai menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan mutu sekaligus memperluas pasar.
"Potensi kita ada. Tinggal bagaimana kita tingkatkan kualitas, kemasan, dan pemasarannya. Pemerintah daerah akan terus mendukung agar produk unggulan Sidrap tidak hanya dikenal di daerah, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas," ujarnya.
Pemkab Sidrap berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat industri pengolahan kopi di daerah. Selain meningkatkan kapasitas pelaku usaha, pengembangan tersebut diharapkan berdampak terhadap peningkatan pendapatan petani dan produsen kopi, terutama di Kecamatan Pitu Riase.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sidrap Patahangi Nurdin, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sidrap Fajri Salman, serta Camat Pitu Riase Andi Mukti Ali.
