Bupati Sinjai Dorong Rehabilitasi Irigasi Tepat Sasaran, Ada 36 Titik di 2026
![]() |
| Bupati Sinjai Dorong Rehabilitasi Irigasi Tepat Sasaran, Ada 36 Titik di 2026 (Foto : Istimewa) |
PEWARTA SULSEL - Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif meminta rehabilitasi jaringan irigasi di daerahnya dilakukan secara tepat sasaran. Infrastruktur pengairan dinilai menjadi salah satu kunci untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Hal itu disampaikan Ratnawati saat membuka Sosialisasi Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi melalui Usulan SIPURI Tahap I Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sinjai di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Senin (31/8/2026).
Sosialisasi tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Asisten Perekonomian, kepala OPD terkait, camat, lurah, kepala desa, Babinsa hingga Bhabinkamtibmas. Perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengang Jeneberang bersama jajarannya juga turut hadir.
Ratnawati menilai keberadaan jaringan irigasi yang baik sangat menentukan keberlangsungan sektor pertanian. Menurutnya, saluran irigasi yang berfungsi optimal akan menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian sesuai kebutuhan.
"Jaringan irigasi merupakan salah satu infrastruktur penting dalam mendukung sektor pertanian. Hal ini mengamanatkan kepada kita semua untuk bergerak cepat. Tidak ada lagi irigasi yang rusak dibiarkan berlarut-larut," kata Ratnawati.
Dia menegaskan petani harus mendapatkan pasokan air yang cukup, tepat waktu dan adil. Karena itu, setiap kegiatan rehabilitasi diminta tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi benar-benar berdasarkan kebutuhan serta kondisi jaringan di lapangan.
"Petani harus dapat air yang cukup, tepat waktu, dan adil. Karena itu, rehabilitasi harus benar-benar berdasarkan kebutuhan dan kondisi di lapangan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya petani," sambungnya.
Menurut Ratnawati, upaya mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Sinjai membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, TNI-Polri dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut.
Ia pun meminta tahapan persiapan rehabilitasi dilakukan secara cermat dan transparan. Kondisi setiap jaringan irigasi harus menjadi perhatian agar intervensi pemerintah benar-benar memberikan hasil optimal.
Ratnawati juga menitipkan pesan kepada tiga pihak yang dinilai memiliki peran penting dalam pelaksanaan program, yakni Balai Pompengang Jeneberang, pihak kecamatan terkait, serta para petani melalui Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A).
Ketiga unsur tersebut diminta saling membantu dalam mengawal, menjaga dan mengawasi pelaksanaan program. Koordinasi juga harus diperkuat agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan memberikan manfaat sesuai kebutuhan masyarakat.
"Yang paling penting adalah koordinasi. Kita harus memastikan program yang masuk benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat dan mampu menyelesaikan persoalan yang ada di lapangan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sinjai H. Haris Ahmad menyampaikan hasil usulan SIPURI Tahap I Tahun Anggaran 2026. Kabupaten Sinjai mendapatkan 36 titik lokasi untuk kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi.
Program tersebut diharapkan dapat memperbaiki kualitas layanan irigasi sekaligus memperluas manfaat pembangunan infrastruktur pertanian di Kabupaten Sinjai.
Dengan rehabilitasi jaringan irigasi yang tepat sasaran, pemerintah daerah berharap produktivitas pertanian dan pendapatan masyarakat dapat meningkat. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemkab Sinjai dalam memperkuat sektor pertanian serta mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan infrastruktur dasar yang memadai dan berkelanjutan.
