Pemkab Soppeng Perkuat Sinergi Cegah Karhutla, Wilayah Dibagi 3 Rayon
![]() |
| Pemkab Soppeng Perkuat Sinergi Cegah Karhutla, Wilayah Dibagi 3 Rayon (Foto : Istimewa) |
PEWARTA SULSEL - Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah instansi terkait memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Pencegahan dan Penanganan Karhutla Kabupaten Soppeng Tahun 2026.
Rakor digelar di Aula Tantya Sudhirajati, Polres Soppeng, Kamis (27/8/2026). Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng hadir langsung dalam kegiatan yang digelar oleh Polres Soppeng tersebut.
Rapat dibuka Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. Hadir pula unsur Forkopimda, jajaran Pemkab Soppeng, TNI-Polri, Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, KPH Walanae Soppeng, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, serta instansi terkait lainnya.
Sejumlah aspek menjadi pembahasan dalam rakor tersebut. Di antaranya pemetaan kawasan yang memiliki potensi Karhutla, kesiapan personel dan peralatan, pola komunikasi lintas instansi hingga mekanisme penanganan apabila kebakaran terjadi.
Polres Soppeng dalam kesempatan itu turut memaparkan skema Satgas Karhutla yang dibentuk untuk meningkatkan kecepatan respons di lapangan. Kabupaten Soppeng dibagi menjadi tiga rayon sebagai bagian dari strategi mempercepat koordinasi dan pengerahan personel.
Rayon I mencakup Kecamatan Lalabata, Lilirilau dan Ganra. Rayon II terdiri dari Kecamatan Marioriawa dan Donri-Donri. Sedangkan Rayon III meliputi Kecamatan Liliriaja, Citta dan Marioriwawo.
Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto mengatakan langkah antisipasi harus dilakukan sebelum kebakaran meluas. Menurutnya, kesiapan sejak awal menjadi salah satu kunci untuk mencegah Karhutla berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
"Pemantauan wilayah rawan, pengawasan titik panas atau hotspot, kesiapan personel dan koordinasi antarinstansi harus terus diperkuat," kata Hari.
Dia juga meminta Bhabinkamtibmas dan Babinsa aktif memantau kondisi wilayah binaan masing-masing. Edukasi kepada masyarakat dinilai penting, terutama untuk mencegah aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
"Setiap informasi terkait titik rawan maupun indikasi kebakaran harus segera ditindaklanjuti secara cepat dan terukur agar tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menekankan pentingnya mengutamakan pencegahan dalam menghadapi potensi Karhutla. Dia meminta seluruh perangkat daerah hingga aparat di tingkat desa dan kelurahan meningkatkan pengawasan di wilayah masing-masing.
Bupati juga meminta informasi mengenai kemunculan titik panas maupun potensi kebakaran segera diteruskan agar dapat ditangani sedini mungkin.
Selain itu, masyarakat dan pelaku usaha di sektor pertanian maupun perkebunan diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan metode pembakaran. Terlebih, kondisi musim kemarau dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
"Keberhasilan pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat," ungkap Suwardi.
Melalui rakor tersebut, Pemkab Soppeng bersama TNI-Polri dan seluruh pemangku kepentingan menyatakan komitmennya memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan. Langkah antisipasi diharapkan mampu menekan potensi serta mempercepat penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Soppeng.
