Dandim 1420 Sidrap Turun Langsung Padamkan Kebakaran Lahan di Mattirotasi
![]() |
| Dandim 1420 Sidrap Turun Langsung Padamkan Kebakaran Lahan di Mattirotasi (Foto : Istimewa) |
PEWARTA SULSEL - Komandan Kodim (Dandim) 1420 Sidrap Letkol Inf. Andi Zulhakim Asdar turun langsung membantu memadamkan kebakaran lahan di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Kebakaran terjadi sejak Jumat (21/8/2026) dan masih berlangsung hingga Sabtu malam (22/8/2026).
Dandim bersama Kapolsek Watang Pulu dan personel Kodim 1420 Sidrap telah berada di lokasi sejak waktu magrib. Mereka bersama warga berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak meluas.
Di tengah kondisi medan yang sulit, Andi Zulhakim terlihat berbaur dengan masyarakat dan ikut melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Sejumlah warga juga memanfaatkan alat pertanian hadrayer untuk membantu memadamkan api.
Dalam proses pemadaman, Dandim bersama Kapolsek Watang Pulu, Babinsa Desa Mattirotasi, tim pemadam kebakaran, Kepala Desa Mattirotasi Bahar Idris, serta masyarakat melakukan penyisiran dan pemadaman di sejumlah titik.
Menurut informasi warga, kebakaran diduga bermula dari titik api di wilayah Desa Lainungan sejak sehari sebelumnya. Api kemudian merambat ke wilayah Desa Mattirotasi setelah tertiup angin cukup kencang.
Andi Zulhakim mengatakan, proses pemadaman terkendala kondisi medan. Titik api berada di wilayah perbukitan dengan jarak sekitar satu kilometer dari permukaan jalan sehingga kendaraan pemadam kebakaran sulit menjangkau lokasi secara langsung.
"Saat ini kami bersama Kapolsek Watang Pulu, Babinsa Desa Mattirotasi, tim Damkar dan warga setempat terus berupaya melakukan pemadaman dengan alat seadanya," kata Andi Zulhakim.
Dia menyebut kebakaran telah berlangsung sejak Jumat (21/8). Hingga Sabtu malam, petugas bersama masyarakat masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik.
Selain melakukan pemadaman, pihaknya juga menempatkan kendaraan pemadam kebakaran di sekitar jalan poros Pare untuk mengantisipasi kemungkinan api meluas dan menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan.
Dandim mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam membantu petugas menangani kebakaran. Menurutnya, sinergi antara TNI, Polri, Damkar, pemerintah desa dan masyarakat sangat diperlukan untuk menghadapi kondisi tersebut.
Hingga Sabtu malam, proses pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan. Petugas menyisir sejumlah titik untuk mencegah api kembali membesar akibat hembusan angin dan kondisi medan yang sulit dijangkau.
