Bupati Luwu Timur Lepas Jenazah Kades Rinjani, Serahkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan Rp135 Juta
![]() |
| Bupati Luwu Timur Lepas Jenazah Kades Rinjani, Serahkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan Rp135 Juta (Foto : Istimewa) |
PEWARTA SULSEL - Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, melepas jenazah Kepala Desa Rinjani, Kecamatan Wotu, almarhum Kartosen Marthen, sekaligus menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris di halaman rumah duka, Desa Rinjani, Kecamatan Wotu, Selasa (14/7/2026).
Kehadiran Bupati Irwan di rumah duka menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum sekaligus wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terhadap keluarga yang ditinggalkan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan santunan dari program BPJS Ketenagakerjaan dengan total nilai Rp135.046.707. Santunan tersebut terdiri atas Jaminan Kematian sebesar Rp42.000.000, Jaminan Hari Tua (JHT) Rp11.635.107, Jaminan Pensiun Berkala Rp411.600, serta beasiswa untuk dua orang anak senilai Rp81.000.000.
Dalam sambutannya, Irwan Bachri Syam menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Kepala Desa Rinjani.
"Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Kartosen Marthen. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini," ujar Irwan.
Bupati berharap santunan yang diberikan melalui BPJS Ketenagakerjaan dapat membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Ia juga menilai beasiswa yang diterima kedua anak almarhum menjadi jaminan keberlangsungan pendidikan mereka hingga jenjang yang lebih tinggi.
Menurut Irwan, manfaat yang diterima ahli waris merupakan bukti nyata pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja, termasuk perangkat desa. Dengan kepesertaan dalam program BPJS Ketenagakerjaan, keluarga tetap memperoleh perlindungan finansial ketika terjadi risiko kematian.
"Program ini menjadi bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada para pekerja dan keluarganya. Karena itu, kami terus mendorong seluruh pekerja, termasuk aparatur desa, agar terlindungi dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan," katanya.
Prosesi pelepasan jenazah berlangsung secara kedinasan dengan penuh khidmat. Upacara penghormatan terakhir dihadiri keluarga besar almarhum, jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat yang turut mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir.
