Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Petugas SPBU di Parepare Diduga Serang Sopir Truk, Pertamina Beri Pembinaan

Petugas SPBU di Parepare Diduga Serang Sopir Truk, Pertamina Beri Pembinaan
Petugas SPBU di Parepare Diduga Serang Sopir Truk, Pertamina Beri Pembinaan
(Foto : Ilustrasi) 

PEWARTA SULSEL - Seorang petugas wanita di SPBU Ahmad Yani Kilometer 3, Kelurahan Bukit Indah, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, terekam kamera terlibat cekcok hingga diduga melakukan penyerangan terhadap seorang sopir truk. Video insiden tersebut viral di media sosial dan menjadi perhatian publik.

Peristiwa terjadi pada Rabu (24/6/2026) saat terjadi antrean pengisian bahan bakar jenis solar subsidi. Keributan bermula ketika salah seorang sopir truk, Ardi, merekam aktivitas pengisian solar di SPBU tersebut.

Ardi mengaku tindakan perekaman memicu emosi petugas hingga diduga melakukan pemukulan terhadap keponakannya.

"Karena marah dia divideo, jadi sempat dia pukul itu keponakanku. Kena di belakang sini," ujar Ardi, seperti dilansir detikSulsel. 

Selain dugaan pemukulan, Ardi juga menyebut petugas tersebut melontarkan kata-kata kasar saat insiden berlangsung.

"Iya, ada. Kalau itu kata-katanya banyak, bermacam-macam dia bilang," katanya.

Meski tidak mengetahui nama petugas tersebut, Ardi mengaku mengenali wajah dan sosok operator yang bertugas saat kejadian.

Sementara itu, operator SPBU, Umi Suardi, menjelaskan keributan dipicu kesalahpahaman terkait habisnya stok solar. Menurutnya, sebelumnya seorang pengemudi sempat menanyakan apakah masih bisa mendapatkan solar.

"Saya bilang, 'Kak, ya insyaallah ada ji kayaknya. Tapi tidak ku janji dibilang ada ji gah kita dapat'," tutur Umi.

Namun saat giliran kendaraan tersebut hendak mengisi BBM, stok solar di nosel telah habis sehingga pelayanan dihentikan.

"Pas gilirannya, mati (habis) di situ. Otomatis kuberhentikan menjual karena habis mi solar di situ. Di situ mengamuk mi dia, bilang kenapa habis," jelasnya.

Umi juga mengatakan pihak SPBU telah menjelaskan bahwa stok berikutnya diperuntukkan bagi kendaraan operasional langganan sebelum kembali melayani antrean umum apabila masih tersedia sisa pasokan.

Terkait tudingan adanya tindakan kekerasan dan makian, Umi mengaku tidak mengetahui adanya ucapan kasar dan membantah adanya aksi penendangan.

"Kalau (kata-kata kasar) begitu, ndak kutau mi. Tapi ndak ada menendang," tegasnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak manajemen SPBU guna memastikan pelayanan kepada masyarakat kembali berjalan sesuai standar operasional.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pihaknya juga telah memberikan pembinaan kepada operator yang terlibat.

"Pertamina telah berkoordinasi dengan pihak SPBU untuk memastikan pelayanan kepada konsumen berjalan sesuai prosedur operasional," ujarnya.

Menurut Lilik, petugas SPBU diwajibkan memberikan informasi secara terbuka kepada konsumen apabila terjadi penyesuaian pelayanan.

"Sebagai tindak lanjut, Pertamina juga telah memberikan pembinaan kepada operator SPBU agar pelayanan kepada masyarakat dilakukan secara komunikatif, profesional, dan sesuai standar operasional yang berlaku," tegasnya.

Dalam video yang beredar, aksi petugas wanita tersebut berhasil dihentikan oleh rekan-rekan kerjanya dan seorang pria berbaju kuning yang menahan tubuhnya. Meski telah dilerai, petugas itu masih terlihat berteriak sambil menunjuk ke arah sopir truk.

Keributan tersebut sempat mengundang perhatian warga dan pengendara lain yang sedang mengantre BBM. Seorang pria paruh baya yang mengenakan jubah dan kopiah juga terlihat ikut menenangkan situasi agar pertikaian tidak semakin membesar.