Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Lewat Dapur Sehat Atasi Stunting, Pemkab Tana Toraja Perkuat Peran Keluarga Cegah Gizi Buruk

Lewat Dapur Sehat Atasi Stunting, Pemkab Tana Toraja Perkuat Peran Keluarga Cegah Gizi Buruk
Lewat Dapur Sehat Atasi Stunting, Pemkab Tana Toraja Perkuat Peran Keluarga Cegah Gizi Buruk
(Foto : Istimewa) 

TANA TORAJA, PEWARTA SULSEL - Pemerintah Kabupaten Tana Toraja terus memperkuat strategi penurunan angka stunting melalui pendekatan langsung ke masyarakat. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah pelaksanaan pelatihan dan edukasi berbasis praktik melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). Kegiatan ini digelar di Gedung Tammuan Mali, Kampung Keluarga Berkualitas Kabupaten Tana Toraja, pada Kamis (7/5/2026), dan dihadiri langsung oleh Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, Sp.A.

Diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), kegiatan ini menjadi wadah penting untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan pemenuhan gizi yang tepat. Turut mendampingi Bupati dalam acara tersebut Kepala DP3AP2KB, Alberto Tambing Tanduklangi, SE., MM, serta Ketua TP PKK Kabupaten Tana Toraja, Dr. Erni Yetti Riman, SKM, M.Kes.

Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK Tana Toraja, Dr. Erni Yetti Riman, turut memberikan pemaparan materi yang menekankan peran krusial pola konsumsi dalam tumbuh kembang anak. Ia mengajak seluruh peserta untuk mulai menerapkan pola makan sehat di lingkungan keluarga dengan memperbanyak asupan sayuran, buah-buahan, dan makanan yang mengandung gizi seimbang. Menurutnya, kebiasaan baik ini adalah pondasi utama untuk melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas di masa depan.

"Pola makan yang kita berikan di rumah sangat menentukan masa depan anak. Mari kita perbanyak konsumsi makanan alami dan bergizi, kurangi yang kurang bermanfaat, demi mencegah risiko stunting sejak dini," pesannya di hadapan para peserta yang terdiri dari kader PKK, kader kesehatan, dan perwakilan masyarakat.

Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, Sp.A, dalam sambutannya menegaskan bahwa penanganan masalah stunting tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama yang erat dan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat, khususnya keluarga sebagai lingkungan terdekat anak. Ia berharap edukasi seperti ini terus berjalan berkelanjutan agar kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi meningkat signifikan dan dampaknya terasa nyata.

"Stunting adalah tanggung jawab kita bersama. Melalui pembekalan ini, saya ingin masyarakat tidak hanya paham teori, tapi benar-benar mempraktikkannya di rumah masing-masing. Kesadaran dan kebiasaan sehat adalah kunci keberhasilan menekan angka stunting di daerah kita," ujar Bupati Zadrak.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB, Alberto Tambing Tanduklangi, menjelaskan bahwa program DASHAT dipilih karena pendekatannya yang langsung, praktis, dan mudah ditiru. Program ini bukan sekadar penyuluhan, melainkan langkah nyata pemerintah dalam mengedukasi masyarakat melalui praktik langsung penyediaan makanan sehat dan bergizi. Hal ini bertujuan agar setiap keluarga mampu mengolah bahan pangan yang ada menjadi menu bernilai gizi tinggi untuk mencegah gangguan pertumbuhan anak.

"Melalui Dapur Sehat Atasi Stunting, kami ingin memastikan ilmu gizi sampai ke dapur rumah tangga. Di sini masyarakat belajar cara memilih, mengolah, dan menyajikan makanan yang tepat guna, sehingga peran keluarga sebagai garda terdepan pencegahan stunting semakin kuat," tegas Alberto.