Hardiknas 2026 di Soppeng, Momentum Perkuat Pendidikan dan Otonomi Daerah
![]() |
| Hardiknas 2026 di Soppeng, Momentum Perkuat Pendidikan dan Otonomi Daerah (Foto : Istimewa) |
SOPPENG, PEWARTA SULSEL - Pemerintah Kabupaten Soppeng menggelar upacara gabungan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Hari Otonomi Daerah ke-XXX. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Soppeng dan diikuti oleh jajaran pemerintah, tenaga pendidik, serta pelajar.
Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, peringatan Hardiknas tahun ini menitikberatkan pada pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam membangun sektor pendidikan. Sementara itu, Hari Otonomi Daerah ke-XXX mengangkat tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, yang menegaskan komitmen penguatan peran daerah dalam pembangunan nasional.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, Andi Muhammad Surahman, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing. Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai transfer ilmu, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter dan peradaban bangsa.
“Momentum Hardiknas harus menjadi ajang refleksi bersama untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan merata,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menyerahkan sejumlah penghargaan kepada insan pendidikan dan lembaga berprestasi. Salah satunya penyerahan satu unit Mobil Pintar (MoPi) dari PT Askrindo Regional Makassar kepada TK Alternatif Asoka sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan usia dini.
Selain itu, apresiasi diberikan kepada Jibriel Sam, siswa SMP Negeri 1 Lilirilau, yang berhasil meraih Runner Up II Etnik Model Indonesia 2026. Prestasi lain juga ditorehkan oleh SMAN 1 Soppeng yang meraih Juara 3 pada AML Smart Competition 2025 tingkat nasional.
Penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Sulawesi Selatan turut diberikan kepada sejumlah sekolah, di antaranya SD Negeri 26 Tinco, SD Negeri 5 Mattiropole, SMP Negeri 1 Donri-Donri, serta MAN 1 Soppeng. Sementara itu, SDN 17 Bila berhasil meraih Juara 1 lomba dokumentasi revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran kategori foto tahun 2025.
Dalam amanatnya, Andi Muhammad Surahman juga menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai pendidikan yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara, yakni asah, asih, dan asuh sebagai landasan dalam proses pembelajaran.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan kualitas pembelajaran melalui pendekatan deep learning yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan solutif. Menurutnya, hal ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan sumber daya manusia dalam visi pemerintah pusat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.
Pada momentum Hari Otonomi Daerah, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan pelayanan publik dan pemerataan pembangunan. Otonomi daerah dinilai sebagai peluang strategis untuk menghadirkan kebijakan yang lebih adaptif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Upacara ini turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala perangkat daerah, camat, serta berbagai elemen masyarakat lainnya yang bersama-sama menunjukkan komitmen dalam memajukan pendidikan dan pembangunan daerah di Kabupaten Soppeng.
