Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

BKPSDM Luwu Timur Tingkatkan Kapasitas Manajemen Puskesmas Lewat Bimtek Bersama Unhas

BKPSDM Luwu Timur Tingkatkan Kapasitas Manajemen Puskesmas Lewat Bimtek Bersama Unhas
BKPSDM Luwu Timur Tingkatkan Kapasitas Manajemen Puskesmas Lewat Bimtek Bersama Unhas
(Foto : Istimewa) 

LUWU TIMUR, PEWARTA SULSEL - Upaya memperkuat tata kelola layanan kesehatan tingkat dasar terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Salah satunya dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Puskesmas yang melibatkan akademisi dari Universitas Hasanuddin.

Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 27 April hingga 1 Mei 2026, di Hotel Royal Bay Makassar. Sebanyak 36 peserta dari 18 Puskesmas di wilayah Luwu Timur turut ambil bagian dalam pelatihan tersebut.

Bimtek dibuka secara resmi oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas, Muh. Nasrum Massi, yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas manajerial di sektor layanan kesehatan primer.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Aparatur BKPSDM Luwu Timur, Silpa P., serta Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan Pembangunan, Sultan Suhab.

Mewakili Bupati Luwu Timur, Silpa P. dalam sambutannya menegaskan bahwa Puskesmas memiliki peran vital sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, penguatan manajemen dinilai menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kualitas layanan.

“Manajemen yang baik akan mendorong pelayanan yang lebih efektif, efisien, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap regulasi terbaru dalam pengelolaan Puskesmas, mulai dari proses perencanaan program hingga evaluasi kinerja layanan.

Selain itu, transformasi digital turut menjadi perhatian dalam pelatihan ini. Para peserta didorong untuk mulai mengintegrasikan inovasi berbasis teknologi dalam sistem pelayanan, tanpa mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi karakter masyarakat setempat.

“Digitalisasi akan mempercepat proses administrasi dan memperluas akses layanan, namun tetap harus disesuaikan dengan kondisi sosial budaya masyarakat,” tambahnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan pengelola Puskesmas yang lebih profesional dan adaptif, sekaligus mendorong pemerataan layanan kesehatan yang berkualitas di seluruh wilayah Luwu Timur.