Tampilkan Budaya Bahari di Kirab Swasembada Pangan, Selayar Usung Perahu Lambo’
![]() |
| Tampilkan Budaya Bahari di Kirab Swasembada Pangan, Selayar Usung Perahu Lambo’ (Foto : Istimewa) |
PEWARTA SULSEL - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar memanfaatkan momentum peringatan Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya bahari dan potensi pangan lokal. Hal itu ditampilkan melalui Kirab Swasembada Pangan yang digelar bersamaan dengan kegiatan Jalan Santai Anti Mager, Minggu (18/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, kontingen Kepulauan Selayar mengangkat tema “Lambo’, Warisan Bahari Bumi Tanadoang”. Perahu tradisional Lambo’ menjadi daya tarik utama dengan beragam hiasan berupa kelapa, ikan, lobster, hasil laut, hingga perlengkapan yang biasa digunakan oleh para nelayan.
Bupati Kepulauan Selayar H. Muhammad Natsir Ali bersama Wakil Bupati Drs. H. Muhtar turut ambil bagian dalam kirab tersebut. Mengenakan pakaian adat, keduanya berdiri di atas perahu Lambo’ sembari menyapa masyarakat yang menyaksikan kegiatan itu. Seruan “Inilah Selayar!” yang disampaikan keduanya pun disambut antusias oleh warga.
Kirab yang melibatkan 24 kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan ini menjadi ajang bagi setiap daerah untuk memperlihatkan keunggulan dan identitas masing-masing. Bagi Kepulauan Selayar, kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi kelautan dan perikanan, komoditas kelapa melalui program GEMERLAP, serta beragam produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain menampilkan kekayaan sumber daya alam, kehadiran perahu Lambo’ juga menjadi simbol pelestarian warisan budaya bahari yang telah melekat pada kehidupan masyarakat Selayar. Tradisi tersebut sekaligus mencerminkan hubungan erat masyarakat kepulauan dengan sektor kelautan dan perikanan.
Melalui partisipasi dalam kirab tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar menegaskan peran daerah kepulauan dalam mendukung ketahanan pangan di Sulawesi Selatan. Potensi sumber daya lokal dan kekayaan budaya diharapkan dapat semakin dikenal masyarakat luas sekaligus memperkuat identitas Selayar sebagai Bumi Tanadoang.
Semangat yang diusung dalam kegiatan ini sejalan dengan slogan “Selayar Bergerak, Sulawesi Selatan Maju dan Berkarakter.”
