Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dilanda Kemarau, Petani di Sidrap Manfaatkan Lahan Sawah untuk Tanam Semangka

Musim kemarau yang melanda Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, mendorong petani mencari alternatif pemanfaatan lahan pertanian.
Dilanda Kemarau, Petani di Sidrap Manfaatkan Lahan Sawah untuk Tanam Semangka
Dilanda Kemarau, Petani di Sidrap Manfaatkan Lahan Sawah untuk Tanam Semangka
(Foto : Istimewa) 

PEWARTA SULSEL - Musim kemarau yang melanda Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, mendorong petani mencari alternatif pemanfaatan lahan pertanian. Salah satunya dengan menanam semangka di lahan sawah yang tidak ditanami padi.

Langkah ini menjadi salah satu upaya petani untuk tetap produktif di tengah kondisi cuaca yang kurang mendukung untuk budidaya padi, terutama pada lahan yang mengalami keterbatasan pasokan air.

Alih fungsi sementara lahan sawah untuk tanaman semangka juga berpotensi menjadi peluang bagi petani untuk memperoleh penghasilan tambahan. Tanaman semangka dinilai dapat menjadi pilihan komoditas alternatif dengan masa budidaya yang relatif singkat.

Meski demikian, petani tetap perlu memperhatikan ketersediaan air, kondisi tanah, serta perawatan tanaman agar hasil panen dapat optimal.

Pemanfaatan lahan sawah selama musim kemarau tersebut menunjukkan upaya petani dalam beradaptasi terhadap perubahan kondisi alam sekaligus menjaga produktivitas pertanian di daerah berjuluk Bumi Nene Mallomo itu.

Zainuddin saat ditemui  Kamis 15 Oktober 2026 mengatakan bahwa, “Musim kemarau membuat kami harus mencari cara agar lahan sawah tetap produktif. Daripada lahan dibiarkan kosong karena keterbatasan air untuk menanam padi, kami mencoba memanfaatkannya untuk budidaya semangka,” ujar Zainuddin.

Menurutnya, tanaman semangka menjadi salah satu alternatif bagi petani untuk memperoleh penghasilan di tengah kondisi cuaca yang kurang mendukung. Namun, budidaya tersebut tetap membutuhkan perawatan yang baik, terutama dalam mengatur kebutuhan air dan menjaga pertumbuhan tanaman.

“Kami berharap hasil panen semangka bisa memberikan tambahan pendapatan bagi petani. Meski begitu, kami juga harus memperhitungkan biaya produksi dan harga jual saat panen agar usaha ini tetap menguntungkan,” tambahnya.

Dengan pengelolaan yang tepat, budidaya semangka diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi bagi petani sembari menunggu kondisi yang memungkinkan untuk kembali menanam padi.

Namun, keberhasilan usaha tersebut tetap bergantung pada kondisi cuaca, biaya produksi, serta harga jual semangka saat panen.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
PEWARTA Sulsel
PEWARTA Sulsel
Media online Pewarta.co.id regional Sulawesi Selatan (Pewarta Sulsel). Menyajikan informasi berita Sulsel terkini up to date.

WARTA SULSEL TERBARU

  • Dilanda Kemarau, Petani di Sidrap Manfaatkan Lahan Sawah untuk Tanam Semangka
  • Dilanda Kemarau, Petani di Sidrap Manfaatkan Lahan Sawah untuk Tanam Semangka
  • Dilanda Kemarau, Petani di Sidrap Manfaatkan Lahan Sawah untuk Tanam Semangka
  • Dilanda Kemarau, Petani di Sidrap Manfaatkan Lahan Sawah untuk Tanam Semangka
  • Dilanda Kemarau, Petani di Sidrap Manfaatkan Lahan Sawah untuk Tanam Semangka
  • Dilanda Kemarau, Petani di Sidrap Manfaatkan Lahan Sawah untuk Tanam Semangka