Penerjun Kostrad Mendarat di Kanyuara Sidrap, Disambut Dandim dan Kapolres
![]() |
| Penerjun Kostrad Mendarat di Kanyuara Sidrap, Disambut Dandim dan Kapolres (Foto : Istimewa) |
PEWARTA SULSEL - Sekitar 200 prajurit dari Batalyon Infanteri 431, jajaran Brigade Infanteri 3 Divisi Infanteri 3 Kostrad, melakukan latihan penerjunan di Kanyuara, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
Kedatangan pasukan dari udara itu disambut langsung jajaran Forkopimda Sidrap.
Latihan tersebut berlangsung pada Kamis (10/9/2026). Para prajurit diterjunkan dari pesawat menggunakan parasut dan diarahkan menuju area drop zone yang telah ditentukan di wilayah Kanyuara.
Setelah mendarat, para penerjun langsung disambut Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, S.H.I., M.H.I. dan Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda, S.I.K., M.H.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, S.I.P., M.M. juga hadir di lokasi untuk menyaksikan langsung kegiatan tersebut.
Kegiatan ini menjadi bagian dari latihan untuk menguji kesiapan prajurit dalam melaksanakan operasi lintas udara. Kemampuan tersebut mencakup proses keluar dari pesawat, pengendalian parasut, navigasi hingga ketepatan mendarat di area yang telah ditentukan.
Sekitar 250 orang terlibat dalam keseluruhan kegiatan, termasuk personel pendukung. Latihan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan kesiapsiagaan satuan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk diterjunkan ke berbagai wilayah Indonesia.
Pemilihan Kanyuara sebagai lokasi latihan juga mempertimbangkan kondisi wilayah. Area tersebut dinilai memiliki hamparan yang cukup luas dan aman untuk digunakan sebagai lokasi penerjunan.
Selain latihan militer, kegiatan tersebut turut melibatkan masyarakat. Pemerintah bersama unsur TNI dan Polri juga menggelar bakti sosial berupa pembagian sembako kepada warga.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan panen raya bersama Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif.
Pangdivif 3 Kostrad Mayjen TNI Wulan Nur Yudhanto memberikan perhatian terhadap kondisi pertanian Sidrap. Ia menilai daerah tersebut memiliki ketahanan yang cukup kuat dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
Menurutnya, kemampuan tersebut terlihat dari hasil pertanian masyarakat yang tetap tinggi meski menghadapi situasi El Nino.
Ia menyebut hasil panen di sejumlah daerah saat musim El Nino berada di kisaran 5-6 ton per hektare. Sementara di Sidrap, produktivitas padi disebut dapat mencapai sekitar 11 ton per hektare.
"Sidrap memiliki kemampuan dan ketahanan yang cukup kuat menghadapi perkembangan situasi, khususnya cuaca ekstrem," ujar Mayjen Wulan.
Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan di Kanyuara tidak hanya memperlihatkan kesiapan prajurit dalam menghadapi medan dan tugas operasi.
Di sisi lain, ketahanan petani dalam menghadapi perubahan cuaca juga menjadi bagian yang mendapat perhatian.
Kehadiran Dandim, Kapolres, dan Bupati dalam kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan sinergi antara TNI, Polri dan pemerintah daerah.
Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar berada di garis depan menyambut para prajurit yang baru mendarat. Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda turut mendampingi, sementara Bupati Syaharuddin Alrif hadir menyaksikan rangkaian kegiatan.
Latihan penerjunan di Kanyuara pun tidak hanya menjadi agenda kesiapsiagaan pasukan Kostrad. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah dan masyarakat.
Para prajurit datang dari udara dan menuntaskan penerjunan di wilayah Kanyuara. Dari darat, mereka disambut bersama oleh unsur TNI, Polri dan pemerintah daerah.
Kehadiran mereka sekaligus menunjukkan bahwa latihan pertahanan dapat berjalan beriringan dengan kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat di daerah.
