Dinkes Pinrang Kampanyekan Cuci Tangan Pakai Sabun di 13 SD
![]() |
| Dinkes Pinrang Kampanyekan Cuci Tangan Pakai Sabun di 13 SD (Foto : Istimewa) |
PEWARTA SULSEL - Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Kesehatan menggalakkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia sekolah. Salah satu upaya yang dilakukan yakni kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
Kampanye tersebut mulai dilaksanakan di SDN 1 Pinrang, Senin (7/9). Kegiatan melibatkan para siswa dan tenaga pendidik dengan memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan.
Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, Hj. Kasmawati, SKM., M.Kes., mengatakan program tersebut tidak hanya dilaksanakan di satu sekolah. Edukasi CTPS akan diperluas ke 13 sekolah dasar yang telah ditetapkan sebagai lokasi kegiatan.
Menurut Kasmawati, lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk perilaku hidup sehat pada anak. Pengetahuan yang diberikan dapat langsung dipraktikkan siswa dalam aktivitas sehari-hari.
"Kebiasaan yang dibangun sejak dini diharapkan tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga diterapkan di lingkungan keluarga dan masyarakat," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, dr. H. Ramli Yunus, M.Kes., turut memberikan edukasi kepada siswa dan guru terkait cara menjaga kebersihan tangan.
Ia menjelaskan teknik mencuci tangan yang benar serta sejumlah waktu penting untuk mencuci tangan, seperti sebelum makan dan setelah melakukan aktivitas yang berpotensi membuat tangan terkena kotoran atau sumber penyakit.
"Tangan dapat menjadi salah satu media berpindahnya kuman apabila kebersihannya tidak dijaga. Karena itu, CTPS menjadi langkah pencegahan yang sederhana, mudah dilakukan dan tidak membutuhkan biaya besar," jelas Ramli.
Ramli menambahkan, membiasakan anak menjaga kebersihan tangan dapat membantu mengurangi risiko berbagai penyakit. Kondisi tubuh yang sehat juga akan mendukung anak mengikuti proses pembelajaran dengan lebih nyaman.
"Menjaga kebersihan tangan adalah langkah sederhana yang manfaatnya besar. Anak-anak yang terbiasa hidup bersih akan lebih terlindungi dari berbagai risiko penyakit sehingga dapat mengikuti proses belajar dengan lebih nyaman," katanya.
Dalam pelaksanaan kampanye, Dinas Kesehatan bersama Tim Promosi Kesehatan Puskesmas Salo juga melakukan peninjauan terhadap fasilitas sanitasi sekolah.
Pengecekan mencakup sarana cuci tangan hingga toilet. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan edukasi perilaku hidup bersih diikuti dengan ketersediaan fasilitas yang dapat digunakan siswa dalam kesehariannya.
Selain kebersihan, aspek pemenuhan gizi turut menjadi materi edukasi. Para siswa diingatkan untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi agar kebutuhan gizi selama masa pertumbuhan dapat terpenuhi.
Asupan gizi yang baik dan kondisi tubuh yang sehat dinilai menjadi modal penting bagi anak untuk belajar, tumbuh, berkembang, serta meraih prestasi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang, Andi Matjtja Moenta, S.Sos., menyambut positif pelaksanaan kampanye tersebut. Ia menilai pembentukan karakter hidup bersih di lingkungan sekolah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Andi Matjtja mendorong sekolah terus melakukan inovasi dalam membangun kebiasaan hidup bersih. Salah satunya dengan memperkuat ketersediaan fasilitas cuci tangan di lingkungan kelas agar siswa semakin mudah menerapkan CTPS.
Terlebih, sejumlah sekolah saat ini tengah melakukan pembenahan sarana dan prasarana. Menurutnya, fasilitas yang mendukung perilaku hidup bersih perlu menjadi salah satu bagian yang diperhatikan.
Ia juga berpesan kepada siswa agar menjadikan kebersihan sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. Para siswa diminta menjaga kebersihan toilet sekolah dan mencuci tangan sebelum menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Anak-anak juga harus tetap semangat mengikuti pembelajaran," pesannya.
Kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Puskesmas, serta satuan pendidikan diharapkan dapat memperkuat penerapan perilaku hidup bersih di sekolah.
Dengan pembiasaan tersebut, lingkungan sekolah diharapkan menjadi lebih sehat, risiko penyakit dapat ditekan, dan kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih nyaman. Generasi muda Pinrang pun diharapkan tumbuh sehat, aktif, dan mampu meraih prestasi.
