Panen Raya Padi di Luwu Utara Capai 14 Ton per Hektare, Bertahan 3 Tahun di Tengah El Nino
![]() |
| Panen Raya Padi di Luwu Utara Capai 14 Ton per Hektare, Bertahan 3 Tahun di Tengah El Nino (Foto : Istimewa) |
PEWARTA SULSEL - Produktivitas padi di Desa Pengkajoang, Kecamatan Malangke Barat (Malbar), Kabupaten Luwu Utara, kembali menunjukkan hasil menggembirakan. Panen raya yang digelar di Dusun Panasae, Sabtu (22/8/2026), mencatat produktivitas antara 9 hingga 14 ton per hektare.
Panen raya tersebut dipimpin langsung Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim. Kegiatan turut dihadiri jajaran Forkopimcam Malangke Barat, kepala desa, serta para penyuluh pertanian lapangan (PPL).
Capaian produktivitas tersebut menjadi kabar positif bagi sektor pertanian Luwu Utara. Terlebih, petani di Malangke Barat mampu mempertahankan produktivitas tinggi selama tiga tahun berturut-turut, meski menghadapi kondisi musim El Nino.
Di hadapan para petani, Andi Abdullah Rahim menyampaikan apresiasi atas kerja keras petani bersama PPL dan seluruh unsur yang terlibat dalam menjaga produksi pertanian.
“Saya berterima kasih banyak kepada semua petani yang sudah bekerja maksimal. Ada Pak Desa, PPL, Camat, dan seluruh Forkopimcam Malbar,” kata Andi Rahim.
Dia meminta produktivitas padi yang telah dicapai petani Pengkajoang dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan pada musim tanam berikutnya.
“Pertahankan hasil panen kita ini yang sudah berhasil selama tiga tahun berturut-turut ini. Terima kasih untuk panen raya hari ini,” ujarnya.
Selain itu, Andi Rahim meminta para PPL memperhatikan kesinambungan musim tanam. Menurutnya, pengaturan jadwal tanam menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga produktivitas sekaligus memastikan pola tanam dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Semoga jadwal tanam berikutnya, saya minta para PPL ini diatur,” tegasnya.
Produktivitas yang mencapai 14 ton per hektare menunjukkan pentingnya pendampingan dan pengelolaan usaha tani secara tepat. Kolaborasi petani dengan PPL, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta unsur TNI-Polri dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi.
Keberhasilan panen raya tersebut sekaligus memperkuat posisi Luwu Utara sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sulawesi Selatan.
Pemerintah daerah berharap sinergi seluruh pihak terus diperkuat agar capaian produktivitas tinggi di Malangke Barat tidak hanya mampu dipertahankan, tetapi juga meningkat pada musim tanam mendatang.
