Pemkab Luwu Timur Perluas Kuota Kartu ATM Lansia, 79 Warga Nuha Terima Bantuan Rp3 Juta
![]() |
| Pemkab Luwu Timur Perluas Kuota Kartu ATM Lansia, 79 Warga Nuha Terima Bantuan Rp3 Juta (Foto : Istimewa) |
PEWARTA SULSEL - Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kembali memperluas jangkauan Program Kartu ATM Lansia dengan menyalurkan bantuan kepada 79 penerima manfaat baru di Kecamatan Nuha, Jumat (17/7/2026). Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan sosial bagi warga lanjut usia, khususnya mereka yang berada dalam kondisi rentan.
Penyaluran bantuan dipusatkan di Gedung Matano Player, Sorowako. Sebanyak 79 penerima manfaat baru tersebut berasal dari lima desa, yakni Desa Sorowako sebanyak 20 orang, Desa Nikel 18 orang, Desa Magani 17 orang, Desa Nuha 13 orang, dan Desa Matano 11 orang.
Camat Nuha, Arief Fadillah Amier, menjelaskan bahwa setiap Kartu ATM Lansia yang diserahkan telah berisi saldo sebesar Rp3 juta. Dana tersebut merupakan rapelan bantuan untuk tiga bulan pertama tahun 2026, yakni Januari hingga Maret.
"Penambahan kuota ini bukan sekadar formalitas pembagian kartu, melainkan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah untuk memastikan orang tua kita di Luwu Timur menjalani masa tuanya dengan lebih tenang dan terawat," ujar Arief.
Suasana haru menyelimuti kegiatan penyaluran bantuan. Salah satu penerima manfaat, M. Mandangi (73), warga Desa Sorowako, hadir menggunakan kursi roda didampingi putrinya, Masniati. Keluarga Mandangi merupakan korban kebakaran yang melanda Sorowako tahun lalu.
Masniati mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya yang masih berupaya bangkit setelah kehilangan tempat tinggal akibat musibah.
"Mewakili Bapak, saya sangat bersyukur atas perhatian ini. Setelah musibah kebakaran tahun lalu, bantuan seperti ini sangat berarti untuk menyambung hidup sehari-hari," ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Wari (80), lansia asal Desa Sorowako yang juga menjadi korban kebakaran. Ia mengatakan bantuan yang diterima akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengobatan.
"Bantuan ini akan saya pakai untuk beli obat. Sudah satu tahun lebih saya sakit dan susah berdiri karena sempat jatuh di kamar mandi," tuturnya.
Sebagai bentuk pelayanan yang inklusif, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Luwu Timur juga menerapkan sistem jemput bola dengan mengantarkan langsung Kartu ATM Lansia kepada penerima yang tidak dapat hadir karena sakit.
Salah satu penyaluran dilakukan di Ruang IGD RS Inco Sorowako kepada Ridwana (74), warga Desa Magani yang sedang menjalani perawatan intensif.
Kepala Bidang Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPA), Ramlah Muhammad Djono Sanusi, menyerahkan langsung kartu tersebut kepada keluarga pasien.
"Kartu ATM ini kami antarkan langsung agar keluarga Ibu Ridwana bisa segera menggunakannya untuk operasional pengobatan. Semoga bantuan ini meringankan beban dan Ibu Ridwana bisa lekas pulih," ujar Ramlah.
Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperluas cakupan Program Kartu ATM Lansia dengan meningkatkan jumlah penerima manfaat menjadi 4.000 orang. Sebanyak 2.654 lansia telah menerima bantuan melalui rekening masing-masing, sementara 1.346 penerima manfaat baru mulai memperoleh bantuan untuk alokasi Januari–Maret setelah menerima Kartu ATM Lansia yang disalurkan secara bertahap.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan lansia sekaligus memastikan kelompok rentan di Luwu Timur mendapatkan akses terhadap bantuan sosial secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.
