Dibegal di Jalan Metro Tanjung Bunga, Pria Asal Takalar Dibusur OTK hingga Motor Raib
![]() |
| Dibegal di Jalan Metro Tanjung Bunga, Pria Asal Takalar Dibusur OTK hingga Motor Raib (Dok, Ist) |
PEWARTA SULSEL - Seorang pria bernama Muhammad Rijal (36) menjadi korban aksi pembegalan disertai penyerangan menggunakan busur panah oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di paha kanan dan kehilangan sepeda motornya.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 03.00 Wita saat korban dalam perjalanan pulang menuju Kabupaten Takalar usai menjemput temannya di Jalan Latimojong, Makassar.
Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Supriadi Gaffar, mengatakan korban awalnya didatangi sekelompok pelaku yang datang dari arah belakang dan memintanya berhenti.
"Korban sementara dalam perjalanan pulang ke Takalar. Setibanya di Jalan Metro Tanjung Bunga, korban didatangi para pelaku dari arah belakang yang menyuruh korban berhenti," ujar Supriadi kepada wartawan, Rabu (8/7/2026) malam, seperti dilansir dari detikSulsel.
Merasa terancam, korban memilih mempercepat laju kendaraannya. Namun, para pelaku terus mengejar sambil melepaskan anak panah busur yang mengenai paha kanan korban.
"Para pelaku mengejar korban dan melepaskan anak panah busur yang mengenai paha kanan korban," jelasnya.
Tak berhenti di situ, salah seorang pelaku menendang korban hingga terjatuh dari sepeda motornya. Saat korban terkapar, para pelaku langsung membawa kabur kendaraan milik korban.
"Pelaku mengambil motor korban saat korban terjatuh. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp30 juta," tambah Supriadi.
Hingga kini, aparat kepolisian masih memburu para pelaku. Sejumlah langkah penyelidikan telah dilakukan, termasuk mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan memeriksa sedikitnya 10 orang saksi.
"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, termasuk menyusun rekaman CCTV dan telah memeriksa 10 orang saksi untuk mengungkap kasus tersebut," pungkasnya.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat berkendara pada malam hingga dini hari, serta segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila mengetahui informasi yang dapat membantu proses pengungkapan kasus tersebut.
