Rumah Terduga Pelaku Penganiayaan di Maros Dikepung Warga, Polisi Evakuasi 12 Orang
![]() |
| Rumah Terduga Pelaku Penganiayaan di Maros Dikepung Warga, Polisi Evakuasi 12 Orang (Dok. Ist) |
PEWARTA SULSEL - Rumah terduga pelaku penganiayaan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), dikepung sejumlah warga hingga viral di media sosial. Polisi yang turun ke lokasi kemudian mengevakuasi 12 orang yang terdiri dari terduga pelaku dan keluarganya.
Peristiwa tersebut terjadi di Perumahan Findaria Mas 3, Dusun Pamanjengan, Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Minggu (21/6/2026) malam.
"Kami mengevakuasi terduga pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban terluka," ujar Kasat Reskrim Polres Maros AKP Ridwan saat dikonfirmasi, Senin (22/6/2026).
Ridwan mengatakan proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan Polsek Moncongloe dan Polres Maros. Polisi bergerak cepat untuk mengamankan situasi setelah massa mulai memadati lokasi.
Sebanyak 12 orang berhasil diamankan dari rumah tersebut. Mereka terdiri dari terduga pelaku penganiayaan dan anggota keluarganya yang kemudian dibawa ke Mapolres Maros untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Ada 12 orang yang kami evakuasi. Belasan orang yang diamankan itu kemudian langsung diserahkan ke unit Reskrim Polres Maros," ungkap Ridwan, seperti dilansir dari detikSulsel.
Menurutnya, proses evakuasi sempat mengalami kendala lantaran banyaknya warga yang datang dan berkerumun di sekitar lokasi kejadian. Aparat kepolisian harus melakukan pendekatan persuasif guna meredam emosi massa.
"Evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati karena situasi massa yang sudah ramai dan berkerumun di lokasi TKP," jelasnya.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah massa mengepung rumah yang diduga menjadi tempat tinggal pelaku. Selain itu, beberapa orang juga tampak melakukan tindakan anarkis dengan merusak sepeda motor milik warga yang berada di jalanan perumahan tersebut.
Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus dugaan penganiayaan yang menjadi pemicu aksi massa tersebut. Aparat juga terus melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan guna mengungkap kronologi dan keterlibatan masing-masing dalam peristiwa tersebut.
