Lansia Hilang di Soppeng Ditemukan Meninggal Setelah Lima Hari Pencarian
![]() |
| Lansia Hilang di Soppeng Ditemukan Meninggal Setelah Lima Hari Pencarian (Dok. Ist) |
SOPPENG, PEWARTA SULSEL - Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Hatta Dg Manessa (71), warga Desa Abbanuange, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang dan diduga terseret arus sungai saat menuju kebunnya.
Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 15.50 Wita, setelah lima hari pencarian intensif dilakukan sejak korban dinyatakan hilang pada Jumat (12/6/2026).
Kepala Pos SAR Bone, Masrur, mengatakan korban ditemukan di pinggir sungai dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan berada sekitar 1,6 kilometer dari rumah korban ke arah barat laut dari titik awal pencarian.
"Korban ditemukan tersangkut di antara ranting-ranting kayu di tepi sungai setelah lima hari pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan," ujarnya, seperti dilansir dari detikSulsel.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sebelumnya meninggalkan rumah untuk menuju kebun miliknya. Untuk mencapai lokasi kebun, korban harus menyeberangi sungai yang berada di sekitar kawasan tersebut. Diduga korban terseret arus saat mencoba menyeberang.
Pihak keluarga bersama warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan kemudian turun tangan dengan melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai serta area perkebunan yang diduga menjadi jalur yang dilalui korban.
Pencarian dilakukan dengan membagi personel ke beberapa sektor. Sebagian tim menyisir aliran sungai hingga beberapa kilometer ke arah hilir, sementara tim lainnya melakukan pencarian darat di sekitar kebun dan titik-titik yang dicurigai.
Setelah korban berhasil ditemukan dan dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan penyelamatan resmi ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi tersebut kembali ke satuan masing-masing.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi sungai, terutama pada musim hujan atau ketika debit air mengalami peningkatan yang dapat memicu arus deras dan membahayakan keselamatan.
