Getaran Gempa M 6,7 di Sulteng Terasa hingga Tana Toraja, Warga Sempat Panik Keluar Rumah
![]() |
| Getaran Gempa M 6,7 di Sulteng Terasa hingga Tana Toraja (Dok. Ist) |
Salah seorang warga Makale, Sandi, mengaku sedang beraktivitas di dapur saat gempa terjadi. Ia merasakan rumahnya bergoyang selama beberapa saat hingga membuatnya panik.
"Saya sementara masak, tiba-tiba terasa rumah bergoyang. Saya langsung keluar rumah karena khawatir terjadi sesuatu," ujarnya, seperti yang dilangsir detikSulsel.
Menurut Sandi, getaran gempa berlangsung sekitar satu menit. Meski tidak menimbulkan kerusakan bangunan, kejadian tersebut membuat warga sekitar waspada dan memilih berada di luar rumah untuk sementara waktu.
"Alhamdulillah tidak ada kerusakan. Namun warga sempat khawatir sehingga memilih menunggu di luar rumah sampai kondisi benar-benar aman," katanya.
Sementara itu, pihak BMKG Toraja memastikan gempa yang berpusat di Sulawesi Tengah tersebut tidak menimbulkan dampak kerusakan di wilayah Tana Toraja. Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.
BMKG mengimbau warga agar selalu mengikuti perkembangan informasi resmi melalui kanal komunikasi dan media sosial BMKG guna menghindari hoaks terkait gempa bumi.
Diketahui, gempa bumi magnitudo 6,7 terjadi pada pukul 11.27 Wita. Episenter gempa berada di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada kedalaman 10 kilometer.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif. Hasil analisis menunjukkan mekanisme pergerakan turun atau normal fault.
Meski guncangannya dirasakan di sejumlah daerah, hasil pemodelan BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga saat ini, BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan dan perkembangan kondisi di wilayah terdampak.
