Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

48 Gempa Susulan Guncang Palu Pascagempa M 6,7, BMKG Minta Warga Tetap Waspada

48 Gempa Susulan Guncang Palu Pascagempa M 6,7, BMKG Minta Warga Tetap Waspada
48 Gempa Susulan Guncang Palu Pascagempa M 6,7, BMKG Minta Warga Tetap Waspada
(Dok.Ist) 

PEWARTA SULSEL - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 48 gempa susulan terjadi setelah gempa utama berkekuatan Magnitudo 6,7 mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). Dari puluhan gempa susulan tersebut, yang terbesar tercatat berkekuatan Magnitudo 5,2.

Kepala Seksi Observasi BMKG Geofisika Palu, Bambang Haryono, mengatakan aktivitas gempa susulan masih terus dipantau secara intensif. BMKG akan terus memberikan informasi terbaru kepada pemerintah daerah dan masyarakat terkait perkembangan situasi.
"Hingga pukul 13.30 Wita, telah terjadi 48 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 5,2," ujarnya, seperti dilansir dari detikSulsel. 

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retakan akibat gempa utama demi menghindari risiko saat terjadi gempa susulan.

Sementara itu, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengungkapkan bahwa intensitas gempa susulan mulai menunjukkan tren penurunan. Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.

Menurut Hadianto, kondisi masyarakat Palu relatif terkendali dan tidak terjadi kepanikan berlebihan pascagempa. Pemerintah Kota Palu bersama BPBD dan instansi terkait terus melakukan pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan, termasuk kerusakan infrastruktur dan kemungkinan adanya warga yang mengungsi.

"Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa. Beberapa kerusakan ringan memang ditemukan, namun masih dalam tahap pendataan lebih lanjut," katanya.

Salah satu fasilitas yang terdampak adalah Jembatan III Palu. Infrastruktur tersebut untuk sementara ditutup setelah ditemukan keretakan pada sejumlah bagian yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Pemerintah daerah kini melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan tingkat kerusakan serta langkah penanganan yang diperlukan sebelum jembatan dapat kembali digunakan.

Gempa utama berkekuatan Magnitudo 6,7 terjadi pada pukul 11.27 Wita dengan pusat gempa berada 42 kilometer tenggara Kota Palu pada kedalaman 10 kilometer.
Kepala BMKG Wijayanto menjelaskan bahwa gempa tersebut dipicu oleh aktivitas Sesar Sausu yang berada di wilayah Sulawesi Tengah. Ia menegaskan bahwa gempa kali ini tidak berkaitan dengan aktivitas Sesar Palu-Koro yang menyebabkan gempa besar dan tsunami di Palu pada tahun 2018.

BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut dan mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi dari lembaga berwenang.