Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Sinjai Perkuat Strategi Tekan Inflasi, Pemkab–BI Satukan Langkah di Awal 2026

Pemerintah Kabupaten Sinjai menunjukkan keseriusannya dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah dengan menggelar High Level Meeting (HLM) dan Focus Group Discussion (FGD)
Sinjai Perkuat Strategi Tekan Inflasi, Pemkab–BI Satukan Langkah di Awal 2026
(Foto : Istimewa) 

SINJAI, PEWARTA SULSEL - Pemerintah Kabupaten Sinjai menunjukkan keseriusannya dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah dengan menggelar High Level Meeting (HLM) dan Focus Group Discussion (FGD) Pengendalian Inflasi Daerah, Rabu (14/1/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai ini menjadi momentum konsolidasi awal tahun bagi seluruh pemangku kepentingan.

Forum strategis tersebut terselenggara atas kerja sama Pemerintah Kabupaten Sinjai dengan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan, serta dihadiri unsur Forkopimda, jajaran OPD, hingga Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sinjai.

Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis untuk melindungi daya beli masyarakat. Menurutnya, potensi gejolak harga, khususnya komoditas pangan, perlu diantisipasi secara dini melalui perencanaan yang matang dan terukur.

“Inflasi daerah harus dikendalikan dengan langkah konkret. Kita tidak boleh hanya bereaksi saat harga melonjak, tetapi harus menyiapkan strategi pencegahan yang kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Harian TPID Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, melaporkan bahwa kondisi harga kebutuhan pokok di Sinjai masih relatif stabil. Meski demikian, ia mengingatkan adanya risiko dari kelompok komoditas pangan bergejolak atau volatile foods yang dapat memicu inflasi sewaktu-waktu.

“Koordinasi lintas sektor terus kami lakukan, baik dalam pemantauan stok, distribusi, hingga harga di pasar. Ini penting untuk memastikan kebijakan nasional dapat berjalan optimal di daerah,” jelasnya.

Dalam forum tersebut, berbagai strategi pengendalian inflasi kembali ditegaskan, mulai dari penguatan produksi lokal, kelancaran distribusi barang, stabilisasi harga, hingga upaya menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sinjai menilai pendekatan ini menjadi kunci menghadapi dinamika ekonomi global dan regional.

Bupati Ratnawati juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan atas dukungan dan pendampingan yang selama ini terjalin. Sinergi antara pemerintah daerah dan otoritas moneter dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi Sinjai.

“Saya berharap hasil pertemuan ini dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang aplikatif dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tuturnya.

HLM dan FGD ini diharapkan memperkuat program kerja TPID Sinjai sepanjang 2026, sekaligus menjaga laju inflasi daerah tetap berada dalam rentang sasaran nasional. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sinjai Sabir, perwakilan Bank Indonesia Sulsel, para asisten dan staf ahli, kepala OPD, Kepala BPS, Bulog, serta para camat se-Kabupaten Sinjai.