Desa Taraweang Pangkep Terpilih sebagai Desa Berkinerja Baik dalam Penurunan Stunting
![]() |
Desa Taraweang Pangkep Terpilih sebagai Desa Berkinerja Baik dalam Penurunan Stunting (Foto : Istimewa) |
PANGKEP, PEWARTA SULSEL - Desa Taraweang, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, terpilih sebagai Desa Berkinerja Baik dalam Penilaian Desa Berkinerja Baik dalam Percepatan Penurunan Stunting 2025 oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Penilaian ini dilakukan secara berjenjang dari tingkat kabupaten hingga nasional.
Desa Taraweang memiliki tujuh inovasi unggulan dalam penurunan stunting, yaitu:
-Bantuan Gizi Balita: Program pemberian gizi tambahan untuk balita
-Geriting Mantul: Inovasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang
-Garpu Bali: Program edukasi gizi untuk masyarakat
-Dalleta Makessing: Inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan
-Badut Tarsan: Program edukasi untuk anak-anak tentang gizi dan kesehatan
-Dewan Perak: Inovasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penurunan stunting
-Gaspol Dong: Program untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penurunan stunting
Dengan adanya inovasi-inovasi tersebut, Desa Taraweang berhasil menurunkan angka stunting dari tahun sebelumnya. Data Camat Labakkang menunjukkan bahwa dari 335 balita di Desa Taraweang, 33 anak (9%) mengalami stunting.
Desa Taraweang mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp312 juta pada 2024 dan meningkat menjadi Rp429 juta pada 2025 untuk program penurunan stunting. Dana tersebut digunakan untuk:
-Pemberian PMT (Posyandu): Pemberian makanan tambahan untuk balita
-Layanan Ibu Hamil: Peningkatan kualitas layanan kesehatan untuk ibu hamil
-Layanan Remaja: Peningkatan kualitas layanan kesehatan untuk remaja
-Insentif Kader: Pemberian insentif untuk kader kesehatan
-Pengadaan Fasilitas Kesehatan: Peningkatan kualitas fasilitas kesehatan
-Pemeriksaan USG: Peningkatan kualitas layanan kesehatan
Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Pangkep, Andi Ombong Sapada, berharap bahwa Kader Pembangunan Manusia (KPM) tidak hanya menginput data, tapi juga menjadi fasilitator dan motivator agar angka stunting terus menurun. Dengan demikian, Desa Taraweang dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam penurunan stunting.