Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca

Ketua TP PKK Hj Ratnawati YR Kunjungi Keluarga Balita Beresiko Stunting, Ajak Masyarakat Jadi Orang Tua Asuh

Ketua TP PKK Hj Ratnawati YR Kunjungi Keluarga Balita Beresiko Stunting, Ajak Masyarakat Jadi Orang Tua Asuh
Ketua TP PKK Hj Ratnawati YR Kunjungi Keluarga Balita Beresiko Stunting, Ajak Masyarakat Jadi Orang Tua Asuh
(Foto : Istimewa)

PEWARTA SULSEL - Ketua TP-PKK Enrekang Hj Ratnawati YR menghadiri langsung pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), di Kelurahan Lewaja dan Kelurahan Juppandang baru-baru ini.

Pada kesempatan ini, Ratnawati YR mengunjungi rumah keluarga yang memiliki balita beresiko stunting. Ibu bupati berdialog dengan orantua balita, dan menerima penjelasan dari tim Disdalduk-KB mengenai kondisi keluarga ini. Sekaligus juga menyerahkan sejumlah bantuan.

Ratnawati menjelaskan, program GENTING adalah program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (KKBN) di daerah. Ini seperti program Bapak/Ibu Asuh yang telah digalakkan Pemda Enrekang, namun cakupan orangtua asuhnya lebih luas lagi. Bukan hanya dari forkopimda dan pimpinan OPD, tetapi juga masyarakat.

“GENTING ini gerakan bersama, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, keterlibatan, dan tanggung jawab masyarakat, terutama orang tua asuh, dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” kata Ratnawati.

Program Genting, diharap efektif mencegah stuting sejak 1.000 hari kehidupan anak. Program ini juga memberikan bantuan nutrisi dan edukasi kepada ibu hamil, ibu menyusui serta anak-anak.

Pogram Genting juga harus dilaksanakan berkelanjutan selama 6 bulan. Selama waktu itu, orang tua asuh akan memberikan bantuan seperti makanan penunjang pertumbuhan anak. 

Pemda Enrekang berkomitmen melaksanakan program ini, sebagai bagian dari Asta Cita ke-4 Presiden yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda (generasi milenial dan generasi Z), dan penyandang disabilitas; serta Asta Cita ke-6 yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, dan pemberantasan kemiskinan.